Sabtu ini gw menerima undangan ungu muda. Undangan dari teman terbaik gw sejak duduk di bangku SMP, Indah. 16 Tahun bukan waktu yang sebentar untuk mengenal sosoknya. Ada rasa kehilangan saat menerimanya, walau berita ini sudah beberapa bulan sebelumnya ia ceritakan.
Teringat kebersamaan yang selama ini dirajut. Kenangan waktu ngerjain orang, tertawa, menangis, bersenda gurau.... Ah...satu-satunya teman terbaik diantara orang-orang yang selama ini dekat dengan gw.
Janji untuk tidak berubah, tetap ada untuk gw dan akan selalu hadir untuk hari-hari istimewa yang biasa kita rayakan bersama. Sedikit pesimis sie mendengarnya, teringat akan geng SMU gw yang saat ini menghilang dari peredaran seiring dengan kesibukannyanya pada keluarga dan karir mereka. Biarlah hembusan angin malam menjadi saksi dan waktu yang akan menjawab semuanya.
Masih satu minggu lagi hari besar itu terlaksana, tapi kado spesial untuk sang sahabat sudah gw siapkan satu bulan sebelumnya.
Bahagia untuk mu menjadi bahagia untuk ku juga.
Selamat menempuh hidup baru sahabat.
Monday, 151208
Selengkapnya...
Monday, December 15, 2008
U N D A N G A N
Labels: sisi jiwa
Posted by sari at 12:18 PM 0 comments
SIAL YANG KETIGA
Sejak 8 tahun terakhir naik kereta pulang pergi Depok – Jakarta, ini kesialan ketiga buat gw. Gw jatuh dari tangga di stasun. Untungnya saat itu sedang bareng sama Herman-Anker juga (Anak Kereta-red). Walau sempet pegangan tapi tetap aja jatuh. Kaki dan tangan kayaknya keseleo nih. Tapi saat itu yang nomor satu adalah MALU. Ih bener-bener deh ga enak banget diliatin sama orang banyak.
Saat itu hujan gerimis dari semalam, akhirnya berangkat ke kantor pake sendal jepit. Dari rumah si jalan udah hati-hati banget. Eh ternyata tetap aja kepeleset. Kayaknya sendalnya yg licin deh. Sumpah sakit banget punggung kaki dan pergelangan tangannya.
Gw cuma olesin minyak kayu putih aja sie (karena itu yang ada ditas). 2 minggu berlalu, sakit yang dipergelangan tangan sie udah hilang, tapi yang dikaki masih sakit banget. Terus ditambah lagi hari jumat jalan-jalan mangga dua square untuk cari hiasan ruangan dikantor, tambah makin bengkak aja nie. Akhirnya malam pulang kerja minta dianter sama cowok gw ke ke tukang urut.
Ternyata dibawanya ke Pak Haji yang suka ngobati orang-orang yang patah tulang (cimande) di daerah lenteng agung. Tadi udah agak males karena udah malam banget jam 8, takutnya udah tutup. Eh ternyata masih buka, dan katanya ga pernah tutup tuh (masa sie?). Banyak orang-orang yang pakai tongkat disana. Terus katanya ada juga yang nginap klo sakitnya udah parah. Setelah nunggu giliran, akhirnya diurut juga sama Pak hajinya. Katanya ada yang retak. Wah kayak denger pertir disiang bolong, kaget banget. Terus digips deh sama Pak Hajinya dan disuruh pantang makannya dan datang 2 hari lagi.
Waduh mana belum makan lagi...:(. Akhirnya malam itu cuma makan sama nasi dan kuah sayur asem. Abis kata cowok gw nyebutin banyak banget yang dipantang daging sapi, kambing, ikan ayam, sambal, santan, coklat, es, teh, dlll. Aduhhhhhh.... :(. Udah gitu ga boleh kena air pula, makin repot deh jadinya.
Berhubung hari seninnya libur, maka baru bisa dateng lagi hari selasa. Kirain sie gipsnya udah boleh dilepas, eh ga taunya diganti yang baru. Tapi udah agak baikin udah bisa ditekuk-tekuk kakinya. Cuma untuk bagian yang memar kemarin masih terasa sakit. Tapi ternyata boleh agak senang nie karena ternyata yang ga boleh cuma daging kambing, ayam , ikan laut, sambal, es, teh, kopi, mie (hanya indomie rasa soto yg boleh), coklat. Ga pa-pa yg penting bisa nyobain ketupat nie, abis lebaran kemarin cuma makan tahu tempe doank.
Jumat ini harus dateng lagi, kayaknya udah jauh lebih baik. Tapi waktu sampe sana, ternyata Pak Hajinya lagi ratiban (klo ga salah tulis). Nunggu alma deh.., ya sudahlah pulang saja akhirnya. Setelah dirasa-rasa dan ditimbang-timbang maka gw buka aja gipsnya sendiri.
Ah...leganya kaki gw bisa bernapas setelah 1 minggu lebih digips. Enak banget bisa kena air....
Terus sabtunya gw test jalan yang lumayan jauh ke rumahnya Widia, sekalian ngasih kado untuk anaknya yang baru lahir. He..he..he.. senengnya ternyata kaki gw sdh kuat seperti sedia kala, yesss...!!!!
Oh ya kalo ada yang mau coba kesana juga boleh kok, alamatnya di Jl. Langgar 3 Rt.04 Rw.03 No.22, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kalo dari stasiun kereta Lenteng Agung, naik ojek motor terus bilang aja Jalan Langgar 3. Tarifnya terserah, sukarela yang penting ikhlas ....(jadi ga ditentuin sama Pak hajinya), Gw sih kemarin sekali dateng ngasih 30ribu.
Selamat mencoba ......
Monday, 151208
Selengkapnya...
Labels: sisi jiwa
Posted by sari at 12:16 PM 0 comments
Friday, December 12, 2008
PRODIA - season 3
Sabtu ini jadwal untuk ngambil hasil cek-up di Prodia. Harap-harap cemas nie :P . Sampai di Prodia lansung bilang sama petugasnya mau ambil hasil cek-up. Terus diminta kwitansinya, dicek dan diserahkan hasilnya. “Mba saya mau konsultasi dulu sama dokternya”, “Oh...tunggu ya, soalnya masih ada pasien” “Lama ya?”. “Kira-kira 40menit”. “Hmmm. Ya udah deh, saya tunggu”.”Baik, hasilnya saya pegang dulu ya”, kata petugasnya.
Sambil nunggu gw baca-baca majalah kesehatan yang memang disediakan di ruang tunggu tersebut.
Menit berlalu, akhirnya dipanggil juga nama gw. Bergegas ke ruang dokter, terus dijelaskan hasil cek-up gw. Ternyata hasilnya sangat memuaskan. NORMAL. Pulanglah gw dengan hari riang gembira, karena yang selama ini gw khawatirkan ternyata salah :P
Friday, 121208
Labels: sisi jiwa
Posted by sari at 12:32 PM 0 comments
Wednesday, November 26, 2008
M U S I S I J A L A N A N
Tadi pagi di dalam kereta Bogor-Jakarta, ada musisi jalanan yang cukup mengusik perhatian gw. Seorang wanita muda umur sekitar 20an membawa tape karaoke dan seorang anak kecil berumur kurang lebih 5 tahun yang membawa kantong bekas pewangi pakaian. Hampir setiap hari gw ngeliat mereka di kereta. Tapi pagi ini sang bocah kecil itu terus mengangsurkan kantongnya dan tidak mau pergi jika tidak diberi uang, begitu juga sang wanita (entah ibunya atau bukan) seakan ikut mengiyakan tindakan sang bocah.
Menit bergulir sampailah mereka dibangku tempat gw duduk. Gw mengangkat tangan sebagai isyarat untuk mengatakan TIDAK. Tetapi bocah itu terus mengangsur-angsurkan kantong uangnya. Lama ia tidak mau pergi, hingga mba-mba yang berdiri didepan gw merogoh uang seribu perak, barulah ia pergi. Begitu pula dengan penumpang-penumpang lain yang dihampirinya.
PEMAKSAAN. Itulah istilah yang pas menurut gw. Bukan kali ini aja, gw mengalami ini. Beberapa tahun yang lalu dikereta dengan jalur yang sama, seorang anak penyapu di kereta memaksa gw untuk memberikan uang. Karena pada saat itu gw benar-benar tidak ingin ngasih, gw seperti biasa memberikan isyarat “tidak”. Tetapi anak kecil itu mengumpat gw dengan kata-kata yang sangat kotor. Sangat tidak punya rasa kesopanan.
Ada lagi musisi-musisi jalanan lain yang gw jumpai di bis Pulogadung-Kp.Rambutan dengan badan penuh tato terang-terangan meminta uang dengan mengatakan baru keluar dari penjara. Melihat kondisi si musisi banyak juga orang yang memberikan uang sambil bersungut-sungut.
Belum lagi seorang pria separuh baya yang dengan jalan tertatih-tatih memegang perutnya dan mengatakan ususnya terburai karena satu dan lain hal, dan tidak punya uang untuk kerumah sakit. Triknya cukup berhasil, karena banyak yang memberikannya uang, begitu pula gw yang cukup terenyuh. Setelah bapak itu turun dari bis, gw melihatnya dengan ekor mata. Saat itu gw cukup terpana dan merasa tertipu. Bapak-bapak itu langsung mengeluarkan bungkusan dari perutnya dan kembali berjalan tegak seolah tidak ada peristiwa apapun.
Tapi peristiwa yang terjadi beberapa bulan lalu yang membuat gw BERHENTI memberikan uang buat mereka. Pada saat gw naik angkot, angkot itu berhenti di perempatan jalan karena lampu merah. Pada saat itu hanya gw dan nyokap yang ada di bangku belakang, sedangkan sebelah kiri sopir ada seorang penumpang lagi. Kemudian dua orang pemuda tanggung menghampiri angkot yang kami tumpangi, kemudian mulai mengamen. Karena tidak diberi uang, mereka marah-marah dan sama seperti anak kecil dikereta itu mengucapkan kata-kata yang sangat buruk.
Menurut gw, gw tidak pernah meminta mereka untuk menyanyi di depan gw, jadi seandainya gw tidak memberikan uang kenapa mereka harus mencak-mencak tidak karuan ?.....
Apakah perilaku mereka demikian tidak punya etikanyakah?......
Apakah mereka tidak berfikir, jika uang yang diberikan sambil bersungut-sungut juga tidak halal bagi mereka?...
Wednesday, 261108 Selengkapnya...
Labels: sisi jiwa
Posted by sari at 1:53 PM 0 comments
Tuesday, November 25, 2008
PRODIA - season 2
Hari-1
Hari senin, gw nitip ke ade gw untuk memberikan feses dalam tabung ke Prodia, tetapi ternyata ga bisa diterima. Petugas Prodia-nya akhirnya nelepon gw, dan ngejelasin kalo jangka waktu 'ngambil feses nya' dengan pemeriksaan di Lab ga boleh lebih dari 2 jam, sedangkan “feses” yang gw kasih udah lebih dari 12 jam. Gw bilang aja “Kemarin kayaknya ga dibilangin deh”. “Biasanya kita selalu bilang dan selalu menekankan tidak boleh lebih dari 2 jam, karena nanti yang dicari ga ada”. Daripada debat kusir, dan gw sendiri ga yakin emang gw ga denger atau emang ga dibilangin, akhirnya gw jawab iya-iya aja. Hmmm.... ini ni kesalahan kedua gw. Akhirnya diberikanlan lagi tabung kosong untuk diisi feses.
Hari-2
Esoknya setelah “ngambil fese” jam 5 pagi, gw berangkat pagi-pagi buta dengan harapan jarak dari gw 'ngambil feses' dan ngasih hasilnya ke Prodia tidak lebih dari 2 jam. Naik angkutan umum kayaknya bakalan ga keburu nie, macet, paling tidak harus naik kereta. Gw telepon temen gw Mega “Meg, lo biasa naik kereta jam berapa?.., penuh ga?” , “Gw sie biasa naik ekonomi AC yang jam 6 kurang 15an. Ga penuh kok”. “Didepan itu apa?.., jam berapaan” cecar ku lagi. “Ekonomi, jam setengah 6an. Penuh banget yang itu”. Hmm, naik ekonomi AC aja deh. Waktu ngantri tiket, ada di Melfa diantrian paling belakang. Teman SMU gw yang satu ini rame banget anaknya. Ga pernah kehabisan bahan cerita klo sama dia. Enak diajak gila bareng,he..he..he... Eh ternyata kereta2nya lagi pada telat. Akhirnya gw naik Ekonomi AC jurusan Tanah-Abang yang seharusnya jam 5.20an tapi baru dateng jam 5.40an. Setelah seseruan dikereta bareng Melfa, gw turun di Pasar Minggu. Ternyata baru jam 6an. Disambung naik M16, sampelah gw di Prodia jam 6.05. Akhirnya keburu juga :P. Repot ternyata ya klo cek feses rutine itu.
Dari situ meluncur lah gw ke stasiun, naik kereta ke kantor. Jam 6.30 baru dateng keretanya, Ekonomi biasa, soalnya Ekonomi AC nya masih jauh dibelakang. Daripada telat, gw naik aja. Penuh banget kayak ikan pepes, loh apa hubungannya ya?... :P. Sampe kantor beli bihun dulu ah di Bu' Sum, enak loh lembut bihunnya, apalagi ditambah tempe mendoan plus bumbu kacang. Lazis tenan ....:) .
Tuesday, 251008
Selengkapnya...
Labels: sisi jiwa
Posted by sari at 10:33 AM 1 comments