Pertama kali dalam hidupku ke Nganjuk. Sebuah desa di timur pulau Jawa. Dalam rangka silahturahmi, akhirnya berangkatlah kami sekeluarga ke Nganjuk. Kami naik kereta kelas bisnis, Bangun Karta dari stasiun Senen. Saat subuh, kami baru tiba di Nganjuk.
Disana dijemput sama Mas Agus, kakak iparku. Wuahhhh, terasa banget suasana desanya. Sejuk bangett.. Disepanjang pintu keluar stasiun Kertosono, banyak tukang becak motor yang menawarkan jasanya. Kalo ga salah di Medan namanya Bentor. Becak motor itu adalah becak yang menggunakan motor. Di Nganjuk, motor dan sepeda adalah alat transportasi utama. Soalnya tidak angkutan umum disini, apalagi taxi. Hihihi..,kalo kayak aku yang ga bisa naik sepeda ataupun motor gimana ya?..., mana jarak antara satu tempat ke tempat lain berjauhan lagi.
Sepanjang perjalanan menuju "rumah", kami disuguhi pemandangan sawah di kiri dan kanan jalan. Ini benar-benar desa. Hehehe..,maklum biasanya liat sawah cuma di tv doank. Ternyata keluarga Mas Agus, sudah siap menyambut kami. Hihihi..,berasa tamu penting :P . Setelah istirahat, siangnya dilanjutkan acara utama. Keluarga besar dan para kerabatnya mulai berdatangan. Percakapan mereka pakai bahasa Jawa, bahasa yang cuma sepatah dua patah aku ngerti.
Pada saat acara berlangsung, kami dikenalkan kepada semua handai taulan. Pembawa acara kemudian bertanya, pakai bahasa jawa tentunya, "yang mana yang mempelai wanita, ayo tunjuk tangan". Berhubung kami ga ngerti, kami semua hanya senyum-senyum aja. Tetapi pandangan semua orang, seakan menanti jawaban. Untung kakaknya Mas Agus cukup memahami situasi, dan menjelaskan kalo kami ga ngerti bahasa jawa. Wkwkwkwk..., aku ga kebayang, betapa ga nyambungnya kami di acara itu. Untungnya "penderitaan" itu segera berakhir.
Besoknya kami menyempatkan pergi ke sawah. Awalnya aku mengira, kita akan nyekar ke makam ayahnda Mas Agus, tetapi berhubung pagi itu mobilnya sedang tidak ada di rumah, maka kami diajak jalan-jalan ke sawah. Dan alhasil, aku salah kostum jadinya. Kami melewati pematang sawah dengan susah payah. Padahal para petani itu bisa berjalan dengan santainya, tetapi kami harus dengan penuh perjuangan sambil saling berpegangan tangan, karena takut jatuh ke sawah. Setelah berhasil ditengah sawah, kami foto-foto sejenak. Ihhhh norak banget deh pokoknya. Para petani itu juga banyak yang ngeliatin sambil berbicara bahasa Jawa. Wuahahaha..,mereka pasti ngira "turis dari mana ni, foto-foto di sawah"..,xixixi....
Setelah dari sawah, siangnya kami berkunjung ke beberapa keluarganya Mas Agus. Dan sorenya kami pulang lagi ke Jakarta dengan kerinduan yang amat sangat pada bantal dan guling di kamar. Perjalanan ke Nganjuk teramat sangat berkesan :)
Selengkapnya...
Sunday, May 2, 2010
Nganjuk Oh Nganjuk...
Labels: Goresan Tangan
Posted by sari at 2:09 AM 0 comments
Thursday, August 6, 2009
Keisha Oh Keisha
Hari ini Keisha di operasi. Katanya ada penyumbatan di saluran usus, sehingga perut jadi kembung seperti busung lapar, tidak bisa BAB, tdk bisa makan, kalo kata Om Google itu namanya OBSTRUKSI USUS. Keisha, kasihan sekali dikau, padahal umurmu baru 7 bulan.
Kata anak-anak si karena belum 7 bulan sudah dikasih makan Biskuit. Mungkin ususnya belum kuat dan mampu mencerna dengan baik ya?...
Aku ga bisa ngebayangin paniknya Daddy, mana di Jakarta ini tidak ada saudara pula. Aku dan temen-teman hanya bisa berdoa semoga operasinya lancar dan cepat sembuh ya Keisha....
Note from Om Google :
OBSTRUKSI USUS
A.KONSEP DASAR
Obstruksi usus dapat didefinisikan sebagai gangguan (apapun penyebabnya) aliran normal isi usus sepanjang saluran usus. Obstruksi usus dapat akut dengan kronik, partial atau total. Obstruksi usus biasanya mengenai kolon sebagai akibat karsino ma dan perkembangannya lambat. Sebahagaian dasar dari obstruksi justru mengenai usus halus.Obstruksi total usus halus merupakan keadaan gawat yang memerlukan diagnosis dini dan tindakan pembedahan darurat bila penderita ingin tetap hidup.
Ada dua tipe obstruksi yaitu :
1.Mekanis (Ileus Obstruktif)
Suatu penyebab fisik menyumbat usus dan tidak dapat diatasi oleh peristaltik. Ileus obstruktif ini dapat akut seperti pada hernia stragulata atau kronis akibat karsinoma yang melingkari. Misalnya intusepsi, tumor polipoid dan neoplasma stenosis, obstruksi batu empedu, striktura, perlengketan, hernia dan abses
2.Neurogenik/fungsional (Ileus Paralitik)
Obstruksi yang terjadi karena suplai saraf ototnom mengalami paralisis dan peristaltik usus terhenti sehingga tidak mampu mendorong isi sepanjang usus. Contohnya amiloidosis, distropi otot, gangguan endokrin seperti diabetes mellitus, atau gangguan neurologis seperti penyakit parkinson
B.PENYEBAB
1.Perlengketan : Lengkung usus menjadi melekat pada area yang sembuh secara lambat atau pasda jaringan parut setelah pembedahan abdomen
2.Intusepsi : Salah satu bagian dari usus menyusup kedalam bagian lain yang ada dibawahnya akibat penyempitan lumen usus. Segmen usus tertarik kedalam segmen berikutnya oleh gerakan peristaltik yang memperlakukan segmen itu seperti usus. Paling sering terjadi pada anaka-anak dimana kelenjar limfe mendorong dinding ileum kedalam dan terpijat disepanjang bagian usus tersebut (ileocaecal) lewat coecum kedalam usus besar (colon) dan bahkan sampai sejauh rectum dan anus.
3.Volvulus : Usus besar yang mempunyai mesocolon dapat terpuntir sendiri dengan demikian menimbulkan penyumbatan dengan menutupnya gelungan usus yang terjadi amat distensi. Keadaan ini dapat juga terjadi pada usus halus yang terputar pada mesentriumnya
4.Hernia : Protrusi usus melalui area yang lemah dalam usus atau dinding dan otot abdomen
5.Tumor : Tumor yang ada dalam dinding usus meluas kelumen usus atau tumor diluar usus menyebabkan tekanan pada dinding usus
C.PATOFISIOLOGI
Peristiwa patofisiologik yang terjadi setelah obstruksi usus adalah sama, tanpa memandang apakah obtruksi tersebut diakibatkan oleh penyebab mekanik atau fungsional. Perbedaan utamanya pada obstruksi paralitik dimana peristaltik dihambat dari permulaan, sedangkan pada obstruksi mekanis peristaltik mula-mula diperkuat, kemudian intermitten, dan akhirnya hilang.
Lumen usus yang tersumbat secara progresif akan teregang oleh cairan dana gas (70 % dari gas yang ditelan) akibat peningkatan tekanan intra lumen, yang menurunkan pengaliran air dan natrium dari lumen usus ke darah. Oleh karena sekitar 8 liter cairan disekresi kedalam saluran cerna setiap hari, tidak adanya absorbsi dapat mengakibatkan penimbunan intra lumen yang cepat. Muntah dan penyedotan usus setelah pengobatan dimulai merupakan sumber kehilangan utama cairan dan elektrolit. Pengaruh atas kehilangan cairan dan elektrolit adalah penciutan ruang cairan ekstra sel yang mengakibatkan hemokonsentrasi, hipovolemia, insufisiensi ginjal, syok-hipotensi, pengurangan curah jantung, penurunan perfusi jaringan, asidosis metabolik dan kematian bila tidak dikoreksi.
Peregangan usus yang terus menerus menyebabkan lingkaran setan penurunan absorbsi cairan dan peningkatan sekresi cairan kedalam usus. Efek lokal peregangan usus adalah iskemia akibat distensi dan peningkatan permeabilitas akibat nekrosis, disertai absorbsi toksin-toksin/bakteri kedalam rongga peritonium dan sirkulasi sistemik. Pengaruh sistemik dari distensi yang mencolok adalah elevasi diafragma dengan akibat terbatasnya ventilasi dan berikutnya timbul atelektasis. Aliran balik vena melalui vena kava inferior juga dapat terganggu. Segera setelah terjadinya gangguan aliran balik vena yang nyata, usus menjadi sangat terbendung, dan darah mulai menyusup kedalam lumen usus. Darah yang hilang dapat mencapai kadar yang cukup berarti bila segmen usus yang terlibat cukup panjang.
D.TANDA DAN GEJALA
1.Obstruksi Usus Halus
Gejala awal biasanya berupa nyeri abdomen bagian tengah seperti kram yang cenderung bertambah berat sejalan dengan beratnya obstruksi dan bersifat hilang timbul. Pasien dapat mengeluarkan darah dan mukus, tetapi bukan materi fekal dan tidak terdapat flatus.
Pada obstruksi komplet, gelombang peristaltik pada awalnya menjadi sangat keras dan akhirnya berbalik arah dan isi usus terdorong kedepan mulut. Apabila obstruksi terjadi pada ileum maka muntah fekal dapat terjadi. Semakin kebawah obstruksi di area gastriuntestinalyang terjadi, semakin jelas adaanya distensi abdomen. Jika berlaanjut terus dan tidak diatasi maka akan terjadi syok hipovolemia akibat dehidrasi dan kehilangan volume plasma.
2.Obstruksi Usus Besar
Nyeri perut yang bersifat kolik dalam kualitas yang sama dengan obstruksi pada usus halus tetapi intensitasnya jauh lebih rendah. Muntah muncul terakhir terutama bila katup ileosekal kompeten. Pada pasien dengan obstruksi disigmoid dan rectum, konstipasi dapat menjadi gejala satu-satunya selama beberapa hari. Akhirnya abdomen menjadi sangat distensi, loop dari usus besar menjadi dapat dilihat dari luar melalui dinding abdomen, dan pasien menderita kram akibat nyeri abdomen bawah.
E.EVALUASI DIAGNOSTIK
1.Obstruksi Usus Halus : Diagnosa didasarkan pada gejala yang digambarkan diatas serta pemeriksaan sinar-X. Sinar-X terhadap abdomen akan menunjukkan kuantitas dari gas atau cairan dalam usus. Pemeriksaan laboratorium (misalnya pemeriksaan elektrolit dan jumlah darah lengkap) akan menunjukkan gambaran dehidrasi dan kehilangan volume plasma dan kemungkinan infeksi
2.Obstruksi Usus Besar : Diagnosa didasarkan pada pemeriksaan simtoma-tologi dan sinar-X. Sinar-X abdomen (datar dan tinggi) akan menunjukkan distensi abdomen. Pemeriksaan barium dikontraindikasikan
F.PROGNOSIS
Angka kematian keseluruhan untuk obstruksi usus halus kira-kira 10 %
Angka kematian untuk obstruksi non strangulata adalah 5-8 %, sedangkan pada obstruksi strangulata telah dilaporkan 20-75 %
Angka mortalitas untuk obstruksi kolon kira-kira 20 %
G.KOMPLIKASI
Peritonitis septikemia
Syok hipovolemia
Perforasi usus
H.PENATALAKSAAN BEDAH DAN MEDIS
Dasar pengobatan obstruksi usus adalah koreksi keseimbangan cairan dan elektrolit, menghilangkan peregangan dan muntah dengan intubasi dan kompresi, memperbaiki peritonitis dan syok bila ada, serta menghilangkan obstruksi untuk memperbaiki kelangsungan dan fungsi usus kembali normal.
1.Obstruksi Usus Halus
Dekompresi pada usus melalui selang usus halus atau nasogastrik bermamfaat dalam mayoritas kasus obstruksi usus halus.Apabila usus tersumbat secara lengkap, maka strangulasi yang terjadi memerlukan tindakan pembedahan, sebelum pembedahan, terapi intra vena diperlukan untuk mengganti kehilangan cairan dan elektrolit (natrium, klorida dan kalium).
Tindakan pembedahan terhadap obstruksi usus halus tergantung penyebab obstruksi. Penyebab paling umum dari obstruksi seperti hernia dan perlengketan. Tindakan pembedahannya adalah herniotomi.
2.Obstruksi Usus Besar
Apabila obstruksi relatif tinggi dalam kolon, kolonoskopi dapat dilakukan untuk membuka lilitan dan dekompresi usus. Sekostomi, pembukaan secara bedah yang dibuat pasa sekum, dapat dilakukan pada pasien yang berisiko buruk terhadap pembedahan dan sangat memerlukan pengangkatan obstruksi. Tindakan lain yang biasa dilakukan adalah reseksi bedah utntuk mengangkat lesi penyebab obstruksi. Kolostomi sementara dan permanen mungkin diperlukan.
KONSEP KEPERAWATAN OBSTRUKSI USUS
1.PENGKAJIAN
Riwayat kesehatan diambil untuk mengidentifikasi awitan, durasi, dan karakteristik nyeri abdomen (nyeri bersifat hilang timbul)
a.Obstruksi usus halus
Adanya muntah yang mulanya mengandung empedu dan mukus dan tetap demikian bila obstruksinya tinggi. Pada obstruksi ileum, muntahan menjadi fekulen yaitu muntahan berwarna jingga dan berbau busuk. Konstipasi dan kegagalan mengeluarkan gas dalam rectum merupakan gejala yang sering ditemukan bila obstruksinya komplit. Diare kadang terdapat pada obstruksi parsial. Pengkajian pola eliminasi usus mencakup karakter dan frekuensinya. Pasien dapat melaporkan gangguan pola tidur bila nyeri dan diare terjadi pada malam hari.
b.Obstruksi usus besar
Nyeri perut yang bersifat kolik dalam kualitas yang sama dengan obstruksi pada usus halus tetapi intensitasnya jauh lebih rendah. Muntah muncul terakhir terutama bila katup ileosekal kompeten. Pada pasien dengan obstruksi disigmoid dan rectum, konstipasi dapat menjadi gejala satu-satunya selama beberapa hari. Akhirnya abdomen menjadi sangat distensi, loop dari usus besar menjadi dapat dilihat dari luar melalui dinding abdomen, dan pasien menderita kram akibat nyeri abdomen bawah.
Pengkajian objektif mencakup auskultasi abdomen terhadap bising usus dan karakteristiknya ; palpasi abdomen terhadap distensi, nyeri tekan. Adanya temuan peningkatan suhu tubuh mengindikasikan telah ada kontaminasi peritonium dengan isi usus yang telah terinfeksi.
2.DIAGNOSA KEPERAWATAN
a.Nyeri
b.Kurang volume cairan dan elektrolit
c.Konstipasi
d.Nutrisi kurang dari kebutuhan
e.Gangguan pola tidur
f.Hipertermi
g.Cemas
h.Kurang pengetahuan
3.INTERVENSI KEPERAWATAN
Peran perawat adalah memantau pasien terhadap gejala yang mengindikasikan bahwa obstruksi usus semakin buruk, serta memberikan dukungan emosional dan kenyamanan. Cairan IV dan penggantian elektrolit diberikan sesuai instruksi. Apabila kondisi pasien tidak berespon terhadap tindakan medis, perawat harus menyiapkan pasien untuk pembedahan. Persiapan ini mencakup penyuluhan pra operatif, yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Pada pasca operatif diberikan perawatan luka abdomen umum
4.EVALUASI
Hasil yang diharapkan :
a.Sedikit mengalami nyeri
b.Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit
c.Memperoleh pemahaman dan pengetahuan tentang proses penyakitnya
d.Mendapatkan nutrisi yang optimal
e.Tidak mengalami komplikasi
sumber : http://harnawatiaj.wordpress.com/2008/02/21/obstruksi-usus
Selengkapnya...
Labels: Goresan Tangan
Posted by sari at 12:19 PM 0 comments
Harry Potter and Bumbu Desa
Kemarin minggu nonton Harry Potter di Detos. Tadinya mau nonton yang jam 12,eh..karena ada si Komo lewat, jalan Margonda jadi muacetttt banget.... Jadinya nonton yang jam 3 deh. Beli tiket duluan, biar bisa cari posisi duduk yang PW (paling wenak).
Karena masih 2 jam lagi, mending cari makan dulu yukk.., Jalan ke Margo, cari-cari tempat makan. Tadinya mau di Pizza Hut, tetapi penuh banget, kalo mau, kata si mba antri di urutan ke-5, ualah...ga deh. Puter-puter lantai, ga nemu tempat makan yang sreg, paling cuma baso, soto, sate atau Solaria. Binun nie.... Upsss ternyata ada satu resto yang terlewat, namanya Bumbu Desa, makanan ala rumahan gitu. Mining setnya sama seperti Desa Daun di Surabaya. Harga sie lumayan lah, makan sayur asem, kangkung, tempe bacem, ayam, udang, teh manis cuma 68rb. Kenyang makan, mampir ke Giant buat beli camilan saat nonton nanti dan cuci mata di Tm.BookStore. Dapet pulpen lucu nie, pulpen tapi bentuknya seperti pasta gigi,hihihi...
Ternyata yang nonton HP banyak juga, semua kursi penuh. Maklumlah HP baru 1 minggu masuk ke Depok. Dan yang nonton sebagian besar anak-anak beserta orang tuanya. Padahal di film itu tercantum tulisan untuk Remaja. Kata orang yang udah pada nonton HP ke 6 ini ga bagus, tapi menurutku sie bagus kok, sama seperti 5 film sebelumnya. Tapi di edisi kali ini, Kepala sekolah Dumbledoore meninggal diserang sama si Snape,wahhhh... Serial HP yang ke 7 kayak apa ya?.. Jadi ga sabar nunggu film berikutnya. Tapi HP ke 7 katanya baru dirilis tahun 2011...
Selengkapnya...
Labels: Goresan Tangan
Posted by sari at 12:18 PM 0 comments
Friday, June 26, 2009
Mengenang Masa Lalu
Kurang lebih 6 tahun lalu aku pernah menginjakan kaki di tempat ini. Walau harus menyisipkan waktu diantara 1001 kesibukan, aku pernah merasakan keberadaan di gedung-gedung tua itu. Hingga satu alasan yang membuat aku mengambilan keputusan untuk meninggalkannya. satu alasan yang lebih masuk akal dan tidak mementingkan diri sendiri ditengah terpaan gelombang kehidupan.
Hingga kemarin aku berkesempatan mengunjunginya lagi. Menelusuri setiap jalan, menikmati gedung-gedung tua yang semakin tidak terawat saja, menikmati kesibukan para "penghuninya". Walau kaki ini cukup lelah berjalan, aku tetap menjelajahi setiap sudutnya, karena belum tentu punya kesempatan lagi untuk mengunjunginya.
Selengkapnya...
Labels: Goresan Tangan
Posted by sari at 11:58 AM 1 comments
Monday, November 24, 2008
PRODIA - season 1
Setelah satu tahun tertunda, jadilah dibulatkan niat untuk medical check up di Prodia. Seperti biasa internet jadi sumber untuk mencari data-data yang diperlukan. Setelah gogling maka dapatlah alamat websitenya http://prodia.co.id Ternyata ada beberapa tipe medical check-up disana. Ada yang tipe sederhana, medium dan eksekutif. Ada check-up prakaryawan juga. Cuma di websitenya tidak dijelaskan secara detail check-up prakaryawan itu meliputi apa saja. Sedangkan kalo check-up sederhana, medium dan eksekutif terdiri dari :
Check Up Sederhana
Untuk mendeteksi dini ada tidaknya kelainan pada organ tubuh, gangguan metabolisme, infeksi dan kelainan-kelainan lain. Misalnya kelainan darah, gangguan fungsi ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan metabolisme lemak, gangguan saluran cerna dan kemih. Check up sederhana hanya terdiri dari beberapa tes yang dianggap cukup spesifik untuk mewakili kelainan yang ada.
Check Up Medium & Eksekutif
Untuk mendeteksi dini ada tidaknya kelainan pada organ tubuh, gangguan metabolisme, infeksi dan kelainan-kelaian lain. Misalnya kelainan darah, gangguan fungsi ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan metabolisme lemak, gangguan saluran cerna dan kemih, infeksi virus hepatitis dan gangguan fungsi tiroid. Dengan check up lengkap (medium atau eksekutif) dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas, karena bila lebih dari satu tes menunjukkan kelaian organ maka kesimpulan yang diambil akan lebih akurat.
(sumber : http://www.prodia.co.id/m_informasi_jenis_pemeriksaan.html )
Hmm, sippplah ..., kayaknya yang check-up sederhana aja deh.. Eitsss.....,tunggu dulu harganya berapa ya?...harus tau juga tuch... Dicari-cari ternyata ada juga daftar alamat-alamat cabang Prodia. Wah ternyata banyak juga cabangnya nie. Mulailah gw mencatat-catat alamatnya, cari yang deket-deket rumah ah...
KANTOR PUSAT
Jln. Kramat Raya No. 150
Telp:(+62-21) 314.4182
Fax :(+62-21) 314.4181
Jakarta - 10430
INDONESIA
email. prodia@prodia.co.id; info@prodia.co.id
CABANG DEPOK
Ruko Pesona Khayangan No. 9, Jln. Margonda Raya No. 45
Telp:(+62-21) 775.1178, 775.1826
Fax :(+62-21) 775.0737
Depok - 16411
INDONESIA
email. depok@prodia.co.id
CABANG JAKARTA
Jln. Kramat Raya 53-A
Telp:(+62-21) 390.6709, 315.3002
Fax :(+62-21) 392.2721
Jakarta – 10450
INDONESIA
email. jkt.kramat@prodia.co.id
Jln. Gunawarman 77, Kebayoran Baru
Telp:(+62-21) 722.0203, 727.86933
Fax :(+62-21) 722.6450
Jakarta – 12180
INDONESIA
email. jkt.kebayoran@prodia.co.id
Jln. Boulevard Raya Blok H-4 No. 15, Kelapa Gading Permai
Telp:(+62-21) 452.2148, 452.0017
Fax :(+62-21) 452.2714
Jakarta – 14240
INDONESIA
email. jkt.klpgading@prodia.co.id
Jln. Pluit Sakti Raya No. 28, Ruko Sentra Bisnis Blok A/6
Telp:(+62-21) 666.00571, 660.3561
Fax :(+62-21) 660.3025
Jakarta – 14440
INDONESIA
email. jkt.pluit@prodia.co.id
Jln. Kedoya Agave Raya, Perkantoran Tomang Tol Raya Blok A-II/22
Telp:(+62-21) 580.3066, 581.2941
Fax :(+62-21) 581.5983
Jakarta – 11520
INDONESIA
email. jkt.kedoya@prodia.co.id
Jln. Cideng Barat 36-A
Telp:(+62-21) 632.1820, 632.1822, 632.1823
Fax :(+62-21) 632.1813
Jakarta – 10150
INDONESIA
email. jkt.cideng@prodia.co.id
Arteri Pondok Indah, Jln. Sultan Iskandar Muda 31/C
Telp:(+62-21) 722.7728, 722.6655, 729.1710
Fax :(+62-21) 729.1711
Jakarta – 12240
INDONESIA
email. jkt.arteri@prodia.co.id
RS. Bunda, Jln. T. Cik. Ditiro 28, Menteng
Telp:(+62-21) 314.4089, 319.27752
Fax :(+62-21) 314.4160
Jakarta – 10310
INDONESIA
email. jkt.bunda@prodia.co.id
Jln. Raya Pasar Minggu No. 98-E
Telp:(+62-21) 798.6247, 791.84723
Fax :(+62-21) 790.1922
Jakarta – 12510
INDONESIA
email. jkt.psminggu@prodia.co.id
Jln. Karang Tengah, Kompleks Bona Indah Blok A-2/C Kav. 7
Telp:(+62-21) 750.6715, 921.3393
Fax :(+62-21) 766.1324
Jakarta – 12440
INDONESIA
email. jkt.bona@prodia.co.id
Jln. Danau Sunter Utara Blok C-1 No. 4-A
Telp:(+62-21) 647.14338
Fax :(+62-21) 653.08117
Jakarta
INDONESIA
email. jkt.sunter@prodia.co.id
Jln. K.H. Adul Syafei No. 25, Kampung Melayu - Tebet
Telp:(+62-21) 830.8055
Fax :(+62-21) 830.4268
Jakarta
INDONESIA
email. jkt.kpmelayu@prodia.co.id
Komplek Sentra Niaga, Puri Indah Blok T6/28
Jln. Puri Lingkar - Dalam
Telp:(+62-21) 583.04501
Fax :(+62-21) 583.04502
Jakarta 11610
INDONESIA
email. jkt.puri@prodia.co.id
Ruko Marcella Tahap II No. 10
Jln. Bintaro Utama Raya Sektor III-A, Bintaro
Telp:(+62-21) 735.7652
Fax :(+62-21) 735.7652
Jakarta
INDONESIA
email. jkt.bintaro@prodia.co.id
Hmm...,ada emailnya juga toh. Ya weis akhirnya mulailah mengetik email berbagai pertanyaan ke Prodia-Depok . Ternyata untuk check-up plus pria dan wanita itu berbeda harganya, sedangkan untuk yang dasar sama.
Check up plus ( laki-laki ) = Rp. 1.615.000,- terdiri dari :
Hematologi,lengkap, Urine rutin, faeces rutin, bilirubin tot&dir, got, gpt, gamma GT, fosfatase alkali, SPE, Glukosa N, Cholesterol Total, HDL, LDL, Trigliserida, Urea, Kreatinin, Asam urat, HBsAg, Anti HCV, Apo B, TSHs, AFP, PSA.
Check up plus ( Wanita ) = Rp. 1.800.000,- terdiri dari :
Hematologi,lengkap, Urine rutin, faeces rutin, bilirubin tot&dir, got, gpt, gamma GT, fosfatase alkali, SPE, Glukosa N, Cholesterol Total, HDL, LDL, Trigliserida, Urea, Kreatinin, Asam urat, HBsAg, Anti HCV, Apo B, TSHs, AFP, Papsmear ( SSBC Thin prep ).
Check up dasar ( laki-laki&wanita ) = Rp. 1.240.000,- terdiri dari :
Hematologi,lengkap, Urine rutin, faeces rutin, bilirubin tot&dir, got, gpt, gamma GT, fosfatase alkali, SPE, Glukosa N, Cholesterol Total, HDL, LDL, Trigliserida, Urea, Kreatinin, Asam urat, HBsAg, Anti HCV, Apo B, TSHs.
Terus katanya harus puasa dulu 10 s/d 12 jam. So, setelah ditimbang-timbang jadilah hari Sabtu kemarin ke Prodia. Oh ya lebih baik Prodianya yang ada dokternya, untuk konsultasi hasilnya lebih lanjut. Jika cuma menerangkan katanya petugas-petugasnya juga bisa memberikan keterangan, tapi gw lebih prefer yang ada dokternya, soalnya free charge alias gratis, kecuali kalo ditambah periksa psikis (klo ga salah tulis), kena charge 80ribu. Akhinya gw ke Prodia-Pasar Minggu deh :)
Setelah puasa dari jam 10 malam, jam 9 pagi gw baru jalan dari rumah. Tanya-tanya lagi nie sama petugasnya. Ternyata yang Check-Up prakaryawan lebih murah loh. Akhinya gw milih Check-Up Prakaryawan dengan mengurangi test kehamilan dan cek glukosa setelah 2 jam puasa, terus nambain cek untuk asam urat. Total 385ribu, lumayan lebih murah dari Check-up dasar!!!
Cek glukosa setelah 2 jam puasa ga bisa dilakukan soalnya gw datangnya jam 10.30an sedangkan dokternya cuma sampe jam 12. Gw sempet protes, loh bukannya sampe jam 6 sore ?.., “Iya itu jam bukanya, sedangkan dokternya cuma sampe jam 12”. Ini kesalahan pertama gw. So buat yang mau Check-Up mending dateng pagian aja, Prodia udh buka kok dari jam 6 pagi.
Setelah ambil nomor, ga lama dipanggil sama dokternya, kemudian dikasih tabung kecil dan suruh disi dengan urine. Ternyata agak repot juga ya ngisi urine ke tabung itu :( .Terus setelah kasih tabung itu ke petugasnya, duduklah dengan manis di kursi pasien. Kemudian diambil darah sama dokternya. Dokternya cantik dan ramah :P. Setelah itu dikasih tabung lagi untuk diisi sama feses. Tabungnya boleh dibawa pulang dan dianter besoknya lagi jika tidak bisa diisi feses pada hari itu juga. Prosesnya cepet cuma 30menitan dari pertama tanya-tanya sama petugasnya sampe selesai diambil darahnya.
Ternyata kalo kita cuma mau cek asam urat atau jantung atau darah tinggi atau aja juga bisa. Jadi ga harus satu paket gitu.
Oh ya yang gw datangin ini Prodia Pasar Minggu, posisinya sebelah kiri Masjid AT-Taqwa Pasar Minggu, ruko-ruko gitu modelnya, di situ ada Bank BCA dan Mandiri juga. Kalo dari Depok naik angkot M.04 Depok-Pasar Minggu atau angkutan umum ke arah Pasar Minggu. Dari terminal Pasar Minggu naik angkot warna biru telor asin nomor M16, turun di depan Prodianya, ga jauh kok cuma +/- 5menitan, bayar cuma 2000 perak. Prodianya agak ketutupan sama warung-waruing yang ada didepannya.
Monday, 241108
Selengkapnya...
Labels: Goresan Tangan
Posted by sari at 2:18 PM 3 comments
Thursday, November 20, 2008
PIM
Icon jam di komputer baru menunjukkan pukul satu lewat, tapi gw udh beranjak untuk solat zuhur. Biasanya sie jadwal solat zuhur jam 2, tapi berhubung sekalian nyuci sendok yang abis dipake makan untuk digunakan lagi minum obat siang, maka jadwalnya pun berubah. Maklulmlah sendok-nya cuma punya satu, eh dua deh .. :P, Yang satu sendok plastik dapat dari makan katering kemarin lengkap dengan garpunya. Dan yang satu bawa dari rumah, biasanya dipake untuk makan siang. Dikantor gw, sendok dan garpu itu termasuk barang langka, karena jumlah sendok dan garpu jauh lebih sedikit daripada jumlah karyawan yang ada. Dan karena kelangkaan itu, banyak yang ngumpetin sendok dan garpu dilacinya masing-masing, maka makin punahlah sendok dan garpu di pantry. Hmm.., bisa masuk jurnal barang-barang langka ga ya ?.. :)
Tapi bukan itu yang penting, sehabis mengambil air wudhu di rest room, gw langsung ambil posisi di pojok. Gw emang paling senang di pojok, jadi ga terganggu sama yang lain, lebih privacy rasanya.., taelaaa.... Lagi konsen-konsennya sholat, terdengar suara yang cukup keras dari Rusli. “Pak, maaf ya ga bisa datang kemarin. Lancar Pak ?”, “Alhamdulillah lancar” kata Pak Buang. “Hujan ga Pak?”, “Alhamdulillah hujan juga” ujar Pak Buang sambil tertawa. Entah menertawakan hujan atau kejadian lucu yang dialami sewaktu hujan itu. “Tinggal dimana Pak sekarang?” tanya Rusli lagi. “Kadang dua hari dirumah, kadang dirumah mertua”. Hmm, gw baru inget undangan yang ada di meja Mas Saprudin beberapa hari yang lalu, mengenai pernikahan anaknya Pak Buang. Oh itu toh yang lagi dibicarakan mereka. “Pak sekedar mau sharing aja nie, klo tinggal di rumah mertua terus kalo lagi ada masalah bagaimana ya?”, “Wah, selama ini sie belum pernah denger ada masalah, tapi ya pengalaman saya dulu, saya kan pernah tinggal satu tahun dirumah mertua, biasanya istri dan orang tuanya saja. Kalo saya kan berangkat gelap pulang gelap, jadi ya jarang dirumah. Lain persoalannya kalo menganggur, kan seharian dirumah, mungkin aja ada masalah. Tapi biasanya memang kalau wanita lebih susah klopnya dengan keluarga suami. Kalo dirumah sendiri-kan, kalo sudah cape bisa langsung istirahat, kalo dirumah orang mana bisa?.” ujar Pak Buang panjang kali lebar. Wah topik ini mengusik konsentrasi solat, maaf ya Allah :). “Dulu juga sempet pengen ngontrak sendiri, tapi kata mertua buat apa, wong disini juga ada tempat kok” urainya lagi “Tapi kalo seandainya ada, paling saya bilangin ke anak saya itu”. “Jadi ikut lobang donk?” canda Rusli sambil tertawa. Wah Rusli, lo' bisa kena UU pornografi.., Eh' ga segitunya kali :P
Bukan masalah sendok dan garpu atau UU pornografi yang menarik, tapi tempat tinggal yang akan ditempati setelah menikah itu yang menarik buatku. Pondok Indah Mertua (PIM) bukan Pondok Indah Mall loh... Gw sama sekali tidak tertarik dengan istilah itu. Pengalaman dari teman gw SMU “Z” pada awal-awal pernikahannya yang harus menyetel weker setiap hari agar bangun lebih pagi dari orang yang punya rumah dan tidur paling akhir atau paling tidak berbarengan dengan si empunya rumah. Belum kebiasaan lain yang harus dikontrol demi tidak diomongin sama mertua atau tidak dicap menantu yang tidak tahu diri oleh mertua. Lain lagi cerita dari teman kantor “V” yang “ribut” sama mertuanya karena merasa lebih tahu cara mengatur anaknya daripada istrinya sendiri. “V” yang mandiri, akhirnya meninggalkan rumahnya yang mewah dibilangan Timur Jakarta (walau rumah itu bukan rumah mertua, tapi berhadapan dengan rumah mertua, sehingga bisa dikontrol setiap hari), dan membeli rumah baru di kawasan Elit di kota pinggiran Jakarta. Banyak lagi cerita-cerita tidak enak yang gw denger, walau sebenarnya tidak 100% tinggal dirumah mertua itu tidak enak. Pasti ada hal-hal menyenangkan lainnya yang bisa terjadi.
Tapi tetap gw ga berusaha untuk menghindari hal-hal tidak enak yang mungkin saja bisa terjadi (suatu hari jika gw menikah nanti). Itulah yang bikin gw tetap ngotot harus punya rumah sebelum menikah nanti. Ya minimal kredit rumah-lah, pokoknya tidak harus tinggal dirumah mertua. Dan kalo bisa tidak ngontrak juga. Maklumlah pengalaman orang tua gw yang selama ini ngontrak dan baru punya rumah sendiri waktu gw SD kelas lima, menurut gw tidak begitu menyenangkan. Tidak merenovasi rumah sebebasnya karena rumah itu statusnya kontrak. Paling hanya memperbaiki bagian-bagian yang rusak saja dengan tidak merubah fungsi dan pondasi awal rumah. Lagi pula menurut gw daripada ngontrak, mending kredit rumah, toh itung-itungannya tidak beda jauh dengan ngontrak, cuma bedanya harus bayar DP aja. Ini juga salah satu faktor penyemangat gw buat nabung, selain biaya untuk nikah juga minimal ada DP untuk beli rumah. Pernah ada temen yang bertanya “Lo kan cewek, ngapain ribet-ribet mikirin rumah?” Menurut gw, gw ga mau bergantung sama orang lain, Ya kalo dapat suami yang tajir, kalo nggak ?”. Paling tidak cukup-lah untuk memenuhi keinginan-keinginan diri gw sendiri :).
Wednesday, 121008
Selengkapnya...
Labels: Goresan Tangan
Posted by sari at 12:26 PM 1 comments
S E A N D A I N Y A
Seandainya ...
Detik jam berputar ke kiri
Untaian benang terajut kembali
Seandainya ...
Angkuh mencair
Duniaku menerimamu
Seandainya ...
Aku tidak pernah mengenalmu
Ahh...
Seandainya untaian kata ini tidak pernah tergores.
Selengkapnya...
Labels: Goresan Tangan
Posted by sari at 11:15 AM 0 comments