Akhir Mei ini di tutup oleh berita duka cita atas meninggalnya mantan Ibu negara Ainun Habibie. Kisah cinta Habibie-Ainun menjadi topik hangat di dunia nyata dan maya. Menjadi impian semua pasangan, untuk memiliki cinta yang abadi seperti mereka. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
http://nasional.kompas.com/read/2010/05/25/08504368/Mengenang.Ibu.Ainun.Habibie
Mengenang Ibu Ainun Habibie
Oleh Wardiman Djojonegoro *
KOMPAS.com — Pada tahun 1963, beberapa mahasiswa Universitas Aachen menunggu di Bandara Dusseldorf, menanti kedatangan seniornya, BJ Habibie, yang membawa pasangannya yang baru.
Begitu diperkenalkan, kesan pertama kami adalah alangkah serasinya kedua sejoli ini dari segi penampilan, Habibie tidak tinggi dan Dr Hasri Ainun Besari Habibie (Ainun) tidak lebih tinggi dari suaminya.
Ia murah senyum, terlihat anggun dan menyerahkan semua percakapan kepada suaminya. Kami, anak mahasiswa Aachen, memang sudah terbiasa dengan sifat Rudy—panggilan Habibie—yang ramai, tetapi ramah. Kesan lain yang kami dapati adalah, Ainun seorang tokoh yang tidak ingin menonjol dan sengaja berada di garis belakang, tetapi bukan berarti tidak berbobot.
Mendukung dari belakang
Dalam sejarah perkenalan saya dengan keluarga ini, kesan pertama itu diperkuat lagi oleh kuatnya pendirian Ainun dalam mendukung suaminya dari belakang. Ia sangat memahami tugas-tugas suaminya dan bagaimana dengan setia mendampingi dan mendukung suaminya. Ke mana pun sang suami pergi, beliau dengan setia dan sabar mendampinginya, tidak saja secara fisik, tetapi juga dengan kata-kata dan nasihat yang bermakna.
Misalnya, sewaktu Sidang MPR tahun 1999, kata-kata kasar dari anggota DPR tetap diterima dengan anggun dan, di rumah, Ainun membantu Rudy mengatasi kecaman-kecaman yang diucapkan tidak pantas itu. Banyak dari kami yang mengatakan bahwa Ainun adalah contoh istri yang ideal, tidak menonjol tetapi menjadi satu kesatuan dengan suaminya karena selalu mendukungnya dari belakang.
Seorang sosok yang cantik, anggun, pintar, tetapi pandai menempatkan diri dalam pergaulan sehari-hari dan perjalanan karier di samping suaminya. Apalagi sang suami adalah seorang yang dinamis dan penuh dengan energi.
Dalam berbagai kesempatan, Rudy menyatakan di depan umum betapa Ainun menjadi penopang dan pendorong dalam hidup dan aktivitasnya. Betul pula pepatah yang menyatakan bahwa "di balik seorang laki laki yang sukses bisa didapati wanita yang telah mendukungnya".
Pada masa awal pacaran mereka, setelah Ainun menerima lamaran Rudy, Rudy secara reguler mengantar Ainun pergi bekerja ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, tempat Ainun bekerja di bagian anak-anak. Biasanya, Rudy menjemput Ainun memakai becak, sesudah itu mereka berjalan meninggalkan kompleks RSCM.
Mereka mengalami masa pacaran yang singkat, tetapi cukup mengesankan. Mereka berpacaran di atas becak malam hari dengan jok tertutup kendati saat itu tidak sedang hujan.
Pernah pula ketika sedang pacaran mereka ketemu dengan rombongan teman-teman Ainun dari Fakultas Kedokteran. Salah seorang bertanya, "Siapa sih nama tunanganmu Ainun?" Seorang lagi memotong, "Namanya Bacharuddin Jusuf Habibie. Orang Arab lagi." Ainun tersenyum lalu berkata, "Ini orang Arab-nya," sambil menunjuk Rudy yang berada di sebelahnya. Teman-teman Ainun kaget, Rudy hanya senyum-senyum.
Selalu mengingatkan
Mereka menikah 12 Mei 1962 dan Ilham—putra mereka pertama—lahir pada 1963 di Jerman karena, setelah menikah, Ainun langsung di boyong ke Jerman. Di situ mereka hidup dalam rumah tangga anak muda, berpahit-pahit karena penghasilan Rudy sebagai mahasiswa tingkat doktoral masih sangat kecil, pemasukan harus pula disisihkan sebagian untuk ditabung.
Masa itulah masa berat mereka di awal-awal pernikahan. Ketika saya harus ke Holland (Belanda dengan Aachen sangat dekat), Rudy menitipkan kepada saya untuk membelikan kereta dorong bayi karena harga di Belanda lebih murah.
Ainun sangat mencintai dan selalu memberikan perhatian besar kepada suaminya. Ketika masih menjadi Menristek/Ketua BPPT, Rudy sering pulang terlambat dari kantor, biasanya bisa lewat dari pukul 22.00. Jika sudah terlambat seperti itu, Ainun menelepon langsung dari rumah mengingatkan agar Rudy segera pulang karena harus menjaga kesehatan. Rudy biasanya minta kepada sekretariat agar menjawab "Bapak sudah menuju lift", padahal sebenarnya ia masih duduk di kursi dan meneruskan pekerjaan, tidak langsung pulang.
Perhatian Ainun juga tertuju pada makanan Rudy sehari-hari. Ia selalu menjaga kalori yang pantas dalam asupan suaminya. Ia memberikan batasan-batasan makanan apa saja seharusnya yang dikonsumsi. Karena itu, Rudy sangat tertib dalam hal makanan jika Ainun ada di dekatnya. Namun, jika Ainun tak ada, saya lihat Rudy sering melanggar pantangan yang diberikan Ainun.
Hal lain yang menarik adalah soal waktu. Kita semua tahu jika Rudy memberikan sambutan dan berceramah biasanya selalu panjang melebihi batas waktu yang dijatahkan. Namun, jika Ainun hadir, almarhumah biasa memberikan isyarat agar segera berhenti dan Rudy dengan jujur menyampaikan kepada hadirin, ia akan segera menghentikan pidato dan ceramahnya karena sudah mendapat isyarat dari Ibu Ainun agar berhenti.
Suatu waktu, pada acara salat tarawih di kediaman beliau di Jalan Patra, Rudy diberi kesempatan menyampaikan sambutan kepada jemaah. Ternyata, sambutan Rudy berkepanjangan. Melihat jemaah sudah gelisah karena masih akan dilanjutkan acara tarawih, Ibu Ainun melalui salah seorang cucunya meminta supaya memberikan isyarat kepada "eyang kakungnya" agar mengakhiri sambutan.
Sang cucu memang menjalankan tugasnya dan tampil ke depan mengayunkan tangan seperti kalau sedang salat. Rudy mengerti isyarat itu dan mengakhiri sambutannya. Namun, ia tidak lupa berkomentar, "Itu pasti disuruh oleh Ibu Ainun." Jemaah pun tertawa.
Ainun penuh dengan energi dan tidak saja aktif sebagai ibu rumah tangga meski suaminya menteri dalam Kabinet Pembangunan. Ia aktif dengan berbagai kegiatan di bidang organisasi wanita: Dharma Wanita Pusat, Ria Pembangunan, dan banyak kegiatan sosial di bidang anak dan manula. Namun, beliau sangat religius dan pengajian secara teratur dilakukan di rumahnya.
Sewaktu menjadi Ibu Negara saya sangat terkagum-kagum bagaimana Ainun bisa mempunyai stamina dan membagi waktu untuk mengikuti setiap acara Presiden, baik di dalam maupun di luar kota. Menerima lebih banyak lagi tamu di luar kegiatan keluarga. Dan, di samping itu, ia masih dapat membagikan kepedulian dalam kegiatan sosial.
Sewaktu menjadi Ibu Negara saya sangat terkagum-kagum bagaimana Ainun bisa mempunyai stamina dan membagi waktu untuk mengikuti setiap acara Presiden
Setelah Rudy tidak lagi menjabat di pemerintahan, Ainun masih aktif dalam kegiatan sosial. Misalnya menjadi Ketua Perkumpulan Penyantun Mata Tunanetra Indonesia (PPMTI), Wakil Ketua Dewan Pendiri Yayasan SDM Iptek, mendirikan Yayasan Orbit dengan cabang di seluruh Indonesia. Juga memprakarsai majalah teknologi anak anak Orbit. Semasa gejolak di Aceh pada tahun 2000-an, Ainun mengadakan beasiswa ORBIT khusus untuk siswa Aceh.
Ibu Ainun sudah tiada, meninggalkan kita dengan banyak kenangan yang manis dan berkesan. Meskipun tak banyak diekspos media, banyak tindakan beliau semasa hidup yang menjadi suri teladan bagi kita semua. Kasih sayang dan cinta tidak saja dibagi dengan suami, anak, dan keluarga, tetapi juga dengan masyarakat.
Bagi saya, Ainun betul-betul sosok ibu dari anak-anak negara dan seorang istri teladan.
*Wardiman Djojonegoro, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Pembangunan VI, 1993-1998
Selengkapnya...
Friday, May 28, 2010
RIP Dr Hasri Ainun Besari Habibie
Posted by sari at 10:01 PM 0 comments
Sunday, May 2, 2010
Nganjuk Oh Nganjuk...
Pertama kali dalam hidupku ke Nganjuk. Sebuah desa di timur pulau Jawa. Dalam rangka silahturahmi, akhirnya berangkatlah kami sekeluarga ke Nganjuk. Kami naik kereta kelas bisnis, Bangun Karta dari stasiun Senen. Saat subuh, kami baru tiba di Nganjuk.
Disana dijemput sama Mas Agus, kakak iparku. Wuahhhh, terasa banget suasana desanya. Sejuk bangett.. Disepanjang pintu keluar stasiun Kertosono, banyak tukang becak motor yang menawarkan jasanya. Kalo ga salah di Medan namanya Bentor. Becak motor itu adalah becak yang menggunakan motor. Di Nganjuk, motor dan sepeda adalah alat transportasi utama. Soalnya tidak angkutan umum disini, apalagi taxi. Hihihi..,kalo kayak aku yang ga bisa naik sepeda ataupun motor gimana ya?..., mana jarak antara satu tempat ke tempat lain berjauhan lagi.
Sepanjang perjalanan menuju "rumah", kami disuguhi pemandangan sawah di kiri dan kanan jalan. Ini benar-benar desa. Hehehe..,maklum biasanya liat sawah cuma di tv doank. Ternyata keluarga Mas Agus, sudah siap menyambut kami. Hihihi..,berasa tamu penting :P . Setelah istirahat, siangnya dilanjutkan acara utama. Keluarga besar dan para kerabatnya mulai berdatangan. Percakapan mereka pakai bahasa Jawa, bahasa yang cuma sepatah dua patah aku ngerti.
Pada saat acara berlangsung, kami dikenalkan kepada semua handai taulan. Pembawa acara kemudian bertanya, pakai bahasa jawa tentunya, "yang mana yang mempelai wanita, ayo tunjuk tangan". Berhubung kami ga ngerti, kami semua hanya senyum-senyum aja. Tetapi pandangan semua orang, seakan menanti jawaban. Untung kakaknya Mas Agus cukup memahami situasi, dan menjelaskan kalo kami ga ngerti bahasa jawa. Wkwkwkwk..., aku ga kebayang, betapa ga nyambungnya kami di acara itu. Untungnya "penderitaan" itu segera berakhir.
Besoknya kami menyempatkan pergi ke sawah. Awalnya aku mengira, kita akan nyekar ke makam ayahnda Mas Agus, tetapi berhubung pagi itu mobilnya sedang tidak ada di rumah, maka kami diajak jalan-jalan ke sawah. Dan alhasil, aku salah kostum jadinya. Kami melewati pematang sawah dengan susah payah. Padahal para petani itu bisa berjalan dengan santainya, tetapi kami harus dengan penuh perjuangan sambil saling berpegangan tangan, karena takut jatuh ke sawah. Setelah berhasil ditengah sawah, kami foto-foto sejenak. Ihhhh norak banget deh pokoknya. Para petani itu juga banyak yang ngeliatin sambil berbicara bahasa Jawa. Wuahahaha..,mereka pasti ngira "turis dari mana ni, foto-foto di sawah"..,xixixi....
Setelah dari sawah, siangnya kami berkunjung ke beberapa keluarganya Mas Agus. Dan sorenya kami pulang lagi ke Jakarta dengan kerinduan yang amat sangat pada bantal dan guling di kamar. Perjalanan ke Nganjuk teramat sangat berkesan :)
Selengkapnya...
Labels: Goresan Tangan
Posted by sari at 2:09 AM 0 comments
Wednesday, March 24, 2010
Kita hanya kurang nyaman 3 jam
Hari itu suamiku beruntung mendapatkan tiket untuk kembali ke rumah orangtuaku, ketika naik bus ternyata telah ada seorang wanita duduk di tempat duduk kami, suami memintaku duduk dulu di sampingnya, namun tidak meminta wanita ini berdiri. Ketika kuperhatikan ternyata kakinya ada sedikit cacat, barulah tahu kenapa suamiku memberikan tempat duduknya. Suamiku terus berdiri dari Jiayi sampai Taipei, sejak awal tidak ada memberi tanda kalau itu adalah tempat duduknya.
Setelah turun dari bus, saya berkata pada suami: “Memberikan tempat duduk pada orang yang butuh memang baik, namun pertengahan perjalanan Jiayi sampai Taipei kan boleh memintanya berdiri agar gantian kamu yang duduk.”
Suamiku menjawab: “Orang lain sudah tidak nyaman seumur hidup, kita hanya kurang nyaman selama tiga jam saja.” Mendengar perkataan ini, saya sangat terharu sebab telah mendapatkan suami yang sedemikian baik, namun tidak mau orang lain tahu akan kebaikan hatinya, itu membuat diriku merasakan dunia seketika penuh dengan kehangatan.
Kalau pola berpikir dapat dirubah, dunia mungkin akan terasa berbeda. Setiap hal dalam kehidupan ini bisa saja berubah, tergantung dari bagaimana cara kita berpikir dan bagaimana cara kita merubahnya.
Kita tidak mungkin berhasil dalam waktu tiga menit, namun asalkan mau berusaha, mungkin dalam satu menit saja, kehidupan sudah menjadi berbeda.“Kita tidak pasti kaya karena mendapat banyak uang, namun kita pasti kaya secara batiniah dengan bersumbangsih.”
(from unknown)
Selengkapnya...
Posted by sari at 1:05 PM 0 comments
Hati Polos
Ada sebuah kota kecil dimana sudah lama tidak turun hujan, menyebabkan kerugian besar pada hasil pertanian, pastor lalu mengumpulkan semua orang untuk sama-sama melakukan doa memohon hujan di gereja. Dalam kumpulan orang ramai ada seorang gadis kecil, karena sosoknya sangat mungil, hampir tidak terlihat oleh orang lain, namun dirinya juga ikut acara doa bersama.
Pada saat ini, pastor melihat barang yang dibawa gadis kecil ini, dengan terharu berkata di atas podium :”Adik kecil itu sangat mengharukan hatiku.” Semua orang melihat pada arah yang ditunjuknya.
Pastor melanjutkan: “Hari ini kita datang bermohon pada Tuhan agar dikaruniai hujan, namun di dalam gereja ini hanya dirinya yang membawa payung.” Semua orang memperhatikan, ternyata di sebelah tempat duduknya ada sebuah payung kecil warna merah. Seketika semua hening, kemudian terdengar tepuk tangan riuh bercampur cucuran air mata.
Kadangkala kita harus mengakui: Sebetulnya anak-anak tidak “kecil” sama sekali, mereka sebetulnya sangat “besar”, cinta kasih mereka sangat “besar”, keyakinan mereka juga “besar”.
Selengkapnya...
Posted by sari at 1:04 PM 0 comments
Hati Kanak-kanak
Ada seorang wanita single yang barusan pindah rumah, dia menemukan kalau di sebelah rumahnya tinggal sebuah keluarga miskin, terdiri atas seorang janda dan dua orang anak. Suatu malam, tiba-tiba listrik di lingkungan mereka padam, wanita itu terpaksa menyalakan lilin untuk penerangan. Tidak lama kemudian, terdengar suara orang mengetuk pintu. Ternyata anak dari keluarga sebelah, anak itu bertanya dengan nada kuatir” “Bibi, apakah di rumah Anda ada lilin?”
Wanita ini berpikir dalam hati: “Keluarga mereka ternyata sangat miskin sampai tidak sanggup membeli lilin, saya tidak boleh meminjamkan, nanti jadi kebiasaan.” Maka dia lalu menghardik anak itu: “Tidak ada.”
Ketika dia akan menutup pintu, anak miskin itu berkata dengan senyum penuh perhatian: “Saya tahu rumah Bibi tidak ada lilin.” Sehabis berkata lalu memberikan dua batang lilin dan berkata: “Ibu dan kami takut Bibi tinggal sendirian tanpa lilin, jadi saya bawakan dua batang lilin untuk Bibi.” Saat ini wanita ini merasa sangat bersalah, dengan hati terharu memeluk anak itu dengan erat.
(from unknown)
Selengkapnya...
Posted by sari at 1:03 PM 0 comments
BAGAIMANAKAH TOPLESMU?
Dalam kelas Filsafat, seorang Profesor tengah mengajar murid-muridnya. Di depan mejanya, terdapat beberapa barang. Sang Profesor, mengambil sebuah toples kosong yang besar dan mengisi dengan bola-bola golf.
Kemudian beliau bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?" Para murid menyetujuinya. Lalu, sang Profesor mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia menggoyang-goyangkan toples tersebut dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf tersebut. Kemudian beliau bertanya kembali apakah toples tersebut sudah penuh. Dan para muridpun mengamininya.
Selanjutnya, sang Profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkannya ke dalam toples. Tentu saja, pasir itu menutup segala sesuatunya. Sekali lagi, beliau bertanya apakah toples tersebut sudah penuh. Murid-murid pun menjawab dengan tegas, "Ya!"
Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dan menuangkan isinya ke dalam toples dan mengisi ruangan kosong di antara pasir. "Sekarang," kata Profesor, "Saya ingin kalian memahami bahwa toples itu mewakili Kehidupanmu. Bola-bola golf adalah hal-hal penting: Tuhan, Keluarga, Anak-anak, Kesehatan, Teman dan para Sahabat."
Jika segala sesuatu hilang dan hanya tinggal mereka, hidupmu masih tetap penuh. Batu koral adalah segala hal lain, seperti Pekerjaanmu, Rumah dan Mobil. Pasir adalah hal-hal yang lainnya - hal-hal yang sepele.
"Jika kalian kali pertama memasukkan pasir ke dalam toples," lanjut sang Profesor, "Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu-batu koral ataupun untuk bola-bola golf."
"Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu. Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal sepele, kalian tidak akan memiliki ruang untuk hal-hal yang penting untuk kalian." ujar Profesor.
"Jadi, ...... beri perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check-up kesehatanmu. Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam." Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah dan memperbaiki perabotan.
Tegas Profesor, "Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola golf. Hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasirnya!"
Kemudian, salah satu muridnya bertanya, "Jika demikian Profesor, kopi mewakili apa?"
Sang Profesor tersenyum, "Itu untuk menunjukkan kepada kalian bahwa sekalipun hidupmu sudah penuh, tetap selalu ada tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat!"
(From Unknwon)
Selengkapnya...
Posted by sari at 1:03 PM 0 comments
Wednesday, February 3, 2010
DIJUAL Memory
Dijual SODIMM 512Mb merk Hynix dan memory PC 128Mb type PC-2100.
Yang berminat harap email ke rienata@gmail.com
Ayo...ayo...
Selengkapnya...
Posted by sari at 8:20 AM 0 comments
Wednesday, January 27, 2010
DICARI : Memory PC2700 atau PC2100
DICARI ....
Memory PC tipe PC-2700 atau PC-2100 1G.
Kalo bisa merk V-Gen atau Kingson, tapi klo ada merk lain juga boleh...
Harap email ke rienata@gmail.com
Thanks
Selengkapnya...
Posted by sari at 10:41 AM 0 comments
Friday, December 4, 2009
Medical Check Up - 1
Tak terasa sudah akhir tahun ni. Sebelum plafon uang kesehatan tutup buku, mending dipakai buat medical check up. Cek dulu ke payroll, tinggal berapa sisanya, eh' ternyata masih banyak banget.... Wah seandainya uang itu bisa cair (ga pake sistem hangus), kan lumayan buat upgrade komputer jadi notebokk :P .
Tahun kemarin udah cek hematologi lengkap, urin rutin, feses, kolesterol, asam urat, fungsi hati dan hepatitis B. Tahun ini apa ya?... Gw ga mau ambil medical check up yang paket. Dan seperti biasa harus tanya ke Om Google dulu, cek kira-kira yang worth it apa ya?.... Hm...kayaknya jantung (gw kagetan soalnya :P ) , USG perut dan hepatitis penting deh...
Telepon dulu ke Prodia, untuk memastikan bahwa hari Sabtu tetap buka. (soalnya Jumat libur nasional). Dan kata si mba Prodia, harus puasa 12 jam tetapi tetap boleh minum air bening. Wah berarti tahun kemarin gw salah donk, gw puasa 12 jam, total ga makan ga minum :( .
Berhubung tahun kemarin gw kesiangan, sehingga dokternya udah keburu mau pulang, kali ini harus berangkat pagian. Dari rumah jam 6 sampe sana jam 7 dan dapat nomor urut 7 (Prodia buka mulai dari jam 6 pagi). Setelah diskusi sama si mba Prodia, gw akhirnya ambil hematologi lengkap, urine rutin, kolesterol, hepatitis C, EKG (jantung), fungsi hati. Di Prodia Pasar Minggu belum ada USG, katanya yang ada di Prodia Kelapa Gading, dan Kramat. Wuihhh jauh bener...
Setelah diambil sampel darahnya sebanyak 2 tabung (1 tabung berapa cc ya ?..), terus disuruh minum air hangat dulu sama bu dokter. Kemudian naik ke lantai 2 untuk periksa EKG. Setelah disuruh baring di tempat periksa, kemudian dadanya ditempelin alat kayak stetoskop gitu, tapi ngejepit dikulit dan jumlahnya lebih dari satu. Mungkin untuk periksa denyut jantung kali ya ?..., Setelah itu selesai deh, Kata bu dokter disuruh ke kasir lagi, karena EKG-nya belum dihitung untuk dibayar. Walahhh piye toh mba..., Akhirnya nambah lagi pembayarannya plus cek untuk hepatitis B. Karena kata bu dokter, kalo belum pernah vaksin hepatitis B, lebih baik cek hepatitis B daripada EKG. Ya sudah dua-duanya aja, selama plafon masih mencukupi. Total semuanya 900ribu lebih.
Harusnya hari senin sudah bisa diambil hasilnya, tapi mungkin lebih baik sabtu depan aja sekalian vaksin hepatitis B di RS Mitra Keluarag Depok. Selesai jam 9 pagi. Wah masih pagi nie, mampir dulu aja ke Ibeskin ah...
Selengkapnya...
Posted by sari at 9:05 AM 0 comments
Tuesday, December 1, 2009
Makhluk Kecil
Aku satu diantara milik-MU
Yang hidup diluasnya sang cakrawala
Mengepakan sayap mengarungi bahtera kehidupan
Meski badai dapat terlewati
Meski bertempur dengan arus
Bukan berarti gelar tegar dikalungi
Aku hanya makhluk kecil
Dapat terluka ...
Dapat menitikan air mata ...
(jakarta, 1 Desember 2009)
Selengkapnya...
Posted by sari at 11:41 AM 0 comments
Wednesday, November 25, 2009
Biarkan Aku Kembali - Indra Lesmana
Jauhnya melangkah
Tak terasa lelah yang menerpa
Kini kian dekat segala yang pernah ku..damba
Lalu dari mana datangnya rindu
Sarat dengan beban
Walau dapat tertanggulangi
Tetapi terkadang ingin semua dapat kulupakan
Entah bagaimana datangnya rindu
Membuatku ingin berlari
Biarkan aku kembali
Bermain, berlari, berputar, menari
Biarkan aku kembali
Dimanaku selalu... terlindungi
Dapat ku melihat
Kehidupan di depan mataku
Selalu kusyukuri segala yang kini kunikmati
Lalu darimana datangnya rindu
Membuatku ingin berlari
Biarkan aku kembali
Bermain, berlari, berputar, menari
Biarkan aku kembali
Dimana ku selalu terlindungi
Ohhhhhh
Biarkan aku kembali
Bermain, berlari, berputar, menari
Biarkan aku kembali
Berkhayal terbang jauh tinggi
Biarkan ku pejamkan mata
Sejenak kembali masa kecilku
Selengkapnya...
Posted by sari at 12:25 PM 0 comments
Thursday, November 5, 2009
9 Aturan Emas dalam Mengelola Keuangan
KOMPAS.com - Bekerja keras, dan cermat mengatur keuangan, bukanlah hal-hal yang perlu Anda lakukan hanya karena Anda menjalani kewajiban. Lakukan kedua hal ini karena memungkinkan Anda memperoleh kenikmatan seutuhnya dalam menjalani hidup. Anda tidak akan menyesal ketika akhirnya mampu mencapai apa yang penting bagi hidup Anda, berkat penetapan pola hidup yang terbaik.
Untuk dapat menjalani pola hidup yang bijak dan mengelola keuangan dengan cermat, Anda bisa mengikuti 9 aturan dasar, yang boleh dikatakan sebagai aturan emas, berikut ini:
Hidup sesuai kemampuan. Agar benar-benar hidup merdeka, hiduplah sesuai kemampuan. Jika Anda selalu dililit hutang, entah kepada orang lain atau kartu kredit, Anda tak akan pernah menikmati hidup Anda seutuhnya. Atur agar Anda dapat menjalani hidup tanpa batas dengan menabung untuk hal-hal yang Anda inginkan, dan berbelanja sesuai rencana.
Bekerja keras. Pekerjaan dan gaji Anda adalah aset terbesar dalam membangun kekayaan. Lakukan yang terbaik di tempat kerja, dan ambil langkah-langkah untuk membuat diri Anda sangat dibutuhkan, untuk meraih posisi yang Anda inginkan.
Membandingkan harga. Anda tahu kan, kebiasaan ibu-ibu saat berbelanja di pasar atau di hipermarket? Mereka akan berkeliling dulu membandingkan harga antara barang merek yang satu dengan merek yang lain. Mereka baru akan memutuskan untuk membeli ketika mendapatkan harga terbaik (paling murah!). Apakah mengambil paket tur yang sedang promosi lebih murah daripada jika Anda membeli tiket pesawat dan memesan penginapan sendiri? Meskipun memakan waktu, hasil yang Anda peroleh tentu terasa lebih memuaskan.
Hindari penyesalan belakangan. Merasa bersalah itu sangat tidak menyenangkan. Karena itu, sebelum menyesal karena membeli sesuatu yang tak dapat dipakai, tanyalah pada diri Anda: Apakah saya benar-benar menyukainya? Seberapa sering saya akan memakainya? Apakah saya mampu membelinya? Bisakah saya mencari versi yang lebih murah di tempat lain?
Hindari penyesalan karena terlalu hemat. Kadangkala terlalu hemat juga bisa menyisakan penyesalan. Pernahkah Anda menemukan sesuatu barang yang sudah lama Anda impikan, namun karena Anda bertekad tidak akan tergoda, akhirnya menyesal karena tak pernah lagi melihat barang tersebut? Sekali-sekali, Anda boleh saja kok memanjakan diri. Alokasikan dana untuk sesuatu yang mungkin tidak sangat dibutuhkan, tetapi bisa membuat Anda bersemangat.
Utamakan kualitas, bukan kuantitas. Menjejali lemari Anda dengan pakaian-pakaian yang sudah tak musim lagi dalam tiga bulan, bukan cara yang cerdas dalam membelanjakan uang. Belilah barang dalam jumlah yang lebih sedikit namun tahan lama. Dengan demikian Anda akan memiliki beberapa barang berkualitas tinggi yang membuat Anda merasa layak memilikinya.
Menabung untuk sesuatu yang sudah diduga, dan yang tidak diharapkan. Kita tentu akan pensiun pada waktunya nanti, karena itu sebaiknya Anda menabung dari sekarang. Di pihak lain, kita juga perlu mempersiapkan diri untuk sesuatu yang tak diharapkan, seperti PHK atau biaya kesehatan. Dengan demikian kita akan selalu mampu mengontrol keuangan meskipun hal-hal di sekitar Anda tidak berjalan sesuai keinginan Anda.
Negosiasikan. Dengan kata lain, tawarlah harga semampu Anda. Pintu tidak akan tertutup sampai Anda mendengar kata "tidak". Begitu juga saat wawancara kerja. Lakukan tawar-menawar untuk hal-hal seperti gaji atau benefit lain yang dapat Anda peroleh. Yang Anda perlukan hanya kepercayaan diri untuk meminta.
Tetapkan tujuan untuk memotivasi diri. Tinjau kembali tujuan Anda ketika telah berhasil mencapai tujuan yang Anda buat sebelumnya. Entah itu menabung untuk liburan ke suatu tempat yang sudah lama Anda impikan, atau mempertimbangkan langkah selanjutnya dalam karier. Pendek kata, selalu lakukan sesuatu untuk membuat Anda bergerak maju dan termotivasi.
Selengkapnya...
Posted by sari at 12:38 PM 0 comments
Makna di Balik Pertanyaan Saat Wawancara Pekerjaan
KOMPAS.com - Anda pasti pernah menghadiri beberapa wawancara pekerjaan. Selama itu pula, Anda mungkin pernah menerima pertanyaan-pertanyaan yang serupa, yang rasanya Anda pun bisa menjawabnya dengan cepat seperti hafalan. Namun, apakah Anda sudah memberikan respons terbaik yang bisa Anda berikan?
Tanpa kita sadari, pertanyaan-pertanyaan kecil dan terlihat sederhana justru memiliki lapisan rahasia yang mengandung makna tersendiri. Apakah yang sesungguhnya yang ingin digali oleh si penanya? Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara pekerjaan. Perkaya diri dengan informasi berikut agar Anda bisa mengerti apa yang dicari oleh si penanya.
1. Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami?
Demi mendapatkan pekerjaan, tak jarang orang melemparkan saja lamarannya pada posisi yang lowong, padahal mereka tak mengerti benar arti dan tanggung jawab tugas yang harus diemban posisi tersebut. Nah, saat wawancara pekerjaan inilah sang penanya ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan Anda tentang posisi itu, tentunya dengan harapan, Anda tahu lebih banyak dari sekadar pengetahuan dasarnya saja.
Arti sesungguhnya: “Seberapa banyak yang Anda ketahui tentang perusahaan ini, dan mengapa Anda ingin bekerja bersama kami ketimbang kompetitor kami?” Ketika menjawab pertanyaan seperti ini, sebutkan sesuatu yang spesifik. Anda mungkin perlu menyebutkan beberapa prestasi yang sudah dicapai oleh perusahaan tersebut. Misal, bahwa Anda merasa sangat tertarik dengan program riset terbaru kreasi perusahaan tersebut. Atau, bahwa Anda terkesan dengan program tanggung jawab sosial perusahaan. Respons mendetail atau spesifik membuat si penanya mengetahui bahwa Anda tertarik untuk bekerja bersama dengan perusahaan tersebut, tak hanya mengincar gajinya saja. Pada saat bersamaan, menunjukkan bahwa Anda sudah melakukan riset, sekaligus membuat si penanya mengetahui bahwa Anda sudah mempersiapkan diri dan serius ingin bergabung dengan perusahaan tersebut.
2. Apa kelebihan Anda?
Jawaban umum seperti, “Saya baik saat bekerja dengan tim,” atau “Saya disiplin dalam bekerja” memang seperti jawaban yang tepat untuk disampaikan kepada kepala personalia yang bertanya. Namun sayangnya, jawaban seperti ini sudah terlalu sering didengar oleh kepala personalia. Sebaiknya Anda mengatakan sesuatu yang berbeda dan membuat Anda memiliki nilai lebih di mata si penanya.
Arti sesungguhnya: “Seberapa besar kelebihan yang sudah Anda gunakan untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan?” Saat menanyakan pertanyaan ini, si penanya ingin mengetahui bakat atau nilai lebih apa yang bisa Anda tawarkan kepada perusahaan. Maka, saat pertanyaan ini ditanyakan, jangan lupa untuk menjelaskan nilai lebih Anda. Jelaskan bagaimana kelebihan Anda bisa memenuhi kebutuhan spesifik perusahaan. Dalam ekonomi seperti sekarang ini, banyak perusahaan yang sedang berusaha menurunkan biaya pengeluaran. Pengalaman Anda bernegosiasi dengan para vendor dan mendapatkan harga termurah, misalnya, bisa meningkatkan kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda incar.
3. Apa kekurangan Anda?
Kebanyakan orang berusaha mendaftar kekurangan yang sebenarnya bisa dilihat sebagai kekuatan. Misal, “Saya terlalu perfeksionis” atau “Saya tak bisa mengatakan ‘tidak’ ketika seseorang minta bantuan.” Jawaban-jawaban seperti ini bisa membuat si pewawancara menduga bahwa Anda sedang menyembunyikan sesuatu.
Arti sesungguhnya: “Seberapa besar Anda jujur dan mengenali diri Anda sendiri?” dan “Seberapa suksesnya Anda menghadapi tantangan dalam berkarier atau kesulitan dalam bekerja?” Setiap orang memiliki kekurangan, namun tak semua orang berani mengakuinya. Pewawancara kerja mencari orang-orang yang bisa mengenali kekurangan dirinya sendiri dan berani maju untuk mengatasinya. Misal, jika Anda memiliki masalah untuk bicara di depan publik, katakan bahwa jika memang itu adalah kekurangan Anda. Lalu lanjutkan prestasi pribadi Anda sendiri yang ternyata bisa mengatasi kekurangan tersebut. Misal, dengan mengatakan bahwa Anda mencoba memberanikan diri untuk bicara di depan tim eksekutif untuk mempresentasikan proposal proyek Anda di kantor lama. Katakan, bahwa meski menakutkan, namun situasi tersebut memaksa Anda untuk mengkonfrontasi kelemahan Anda dan mengambil langkah-langkah, meskipun kecil.
4. Lebih senang bekerja sendiri atau dalam tim?
Pertanyaan ini termasuk pertanyaan yang menjebak. Karena jarang seseorang harus bekerja sendirian atau selalu dalam kelompok.
Arti sesungguhnya: “Bisakah Anda bekerja dengan pengawasan minimal?” dan “Bisakah Anda menjelaskan ketika Anda bekerja dengan kolega atau grup untuk menyelesaikan tantangan pekerjaan?” Para manager mencari individu-individu yang bisa mengambil kesempatan dan berinisiatif. Tak semua atasan bisa mengawasi semua bawahannya dan membimbingnya untuk menyelesaikan tugas selangkah demi selangkah. Jadi tunjukkanlah bahwa Anda bisa bekerja secara otomatis dan cerdik.
Pada saat bersamaan, Anda harus bisa bekerja dengan beragam tipe individual dengan tingkatan yang berbeda, departemen, kantor, bahkan perusahaan. Maka si personalia yang bertanya kepada Anda ingin tahu sebaik apa Anda bisa berkolaborasi dengan orang lain. Jangan lupa untuk menyampaikan jika Anda pernah memimpin proyek tim yang berhasil.
Dengan mengetahui apa respons yang dicari oleh para pewawancara lewat pertanyaan-pertanyaan simpel, kesempatan Anda untuk bisa menjawab dan memberi impresi baik di hadapan si pewawancara lebih baik. Lagi pula, si pewawancara mungkin terbiasa untuk mendengar respons yang sama berulang-ulang. Dengan memberikan jawaban yang berbeda dari kebanyakan orang, Anda pun akan memiliki peluang lebih baik.
Selengkapnya...
Posted by sari at 12:35 PM 0 comments
Thursday, October 8, 2009
TOUCHING STORY FROM ITALY
Dibalik cerita Pendonor sumsum tulang belakang dan pelaku pemerkosaan.
Di suatu Koran Itali, muncullah berita pencarian orang yang istimewa, 17 Mei 1992 di parkiran mobil ke 5 Wayeli nama kota, tidak tahu aku bener enggak nulisnya), seorang wanita kulit putih diperkosa oleh seorang kulit hitam. Tak lama kemudian, sang wanita melahirkan seorang bayi perempuan berkulit hitam. Ia dan suaminya tiba-tiba saja menanggung tanggung jawab untuk memelihara anak ini. Sayangnya, sang bayi kini menderita leukemia (kanker darah). Dan ia memerlukan transfer sumsum tulang belakang segera. Ayah kandungnya merupakan satu-satunya penyambung harapan hidupnya. Berharap agar pelaku pada waktu itu saat melihat berita ini, bersedia menghubungi Dr. Adely di RS Elisabeth. Berita pencarian orang ini membuat seluruh masyarakat gempar. Setiap orang membicarakannya.
Masalahnya adalah apakah orang hitam ini berani muncul? Padahal jelas ia akan menghadapi kesulitan besar.
Jika ia berani muncul,ia akan menghadapi masalah hukum, dan ada kemungkinan merusak kehidupan rumah tangganya sendiri. Jika ia tetap bersikeras untuk diam, ia sekali lagi membuat dosa yang tak terampuni.
Kisah ini akan berakhir bagaimanakah?
Seorang anak perempuan yang menderita leukimia ternyata menyimpan suatu kisah yang memalukan di suatu perkampungan Itali. Martha, 35 thn, adalah wanita yang menjadi pembicaraan semua orang. Ia dan suaminya Peterson adalah warga kulit putih, tetapi diantara kedua anaknya, ternyata terdapat satu yang berkulit hitam. Hal ini menarik perhatian setiap orang disekitar mereka untuk bertanya, Martha hanya tersenyum kecil berkata pada mereka bahwa nenek berkulit hitam, dan kakeknya berkulit putih, maka anaknya Monika mendapat kemungkinan seperti ini. Musim gugur 2002, Monika yang berkulit hitam terus menerus mengalami demam tinggi.
Terakhir, Dr. Adely memvonis Monika menderita leukimia. Harapan satu-satunya hanyalah mencari pedonor sumsum tulang belakang yang paling cocok untuknya. Dokter menjelaskan lebih lanjut. Diantara mereka yang ada hubungan darah dengan Monika merupakan cara yang paling mudah untuk menemukan pendonor tercocok. Harap seluruh anggota keluarga kalian berkumpul untuk menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang. Raut wajah Martha berubah, tapi tetap saja seluruh keluarga menjalani pemeriksaan. Hasilnya tak satupun yang cocok. Dokter memberitahu mereka, dalam kasus seperti Monika ini, mencari pendonor yang cocok sangatlah kecil kemungkinannya.
Sekarang hanya ada satu cara yang paling manjur, yaitu Martha dan suaminya kembali mengandung anak lagi. Dan mendonorkan darah anak untuk Monika. Mendengar usul ini Martha tiba-tiba menjadi panik, dan berkata tanpa suara "Tuhan..kenapa menjadi begini ?" Ia menatap suaminya, sinar matanya dipenuhi ketakutan dan putus asa.
Peterson mengerutkan keningnya berpikir. Dr. Adely berusaha menjelaskan pada mereka, saat ini banyak orang yang menggunakan cara ini untuk menolong nyawa para penderita leukimia, lagi pula cara ini terhadap bayi yang baru dilahirkan sama sekali tak ada pengaruhnya. Hal ini hanya didengarkan oleh pasangan suami istri tersebut, dan
termenung begitu lama. Terakhir mereka hanya berkata, Biarkan kami memikirkannya kembali.
Malam kedua, Dr. Adely tengah bergiliran tugas, tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka, pasangan suami-istri tersebut masuk. Martha menggigit bibirnya keras, suaminya Peterson, menggenggam tangannya, dan berkata serius pada
dokter, "Ada suatu hal yang perlu kami beri tahu padamu. Tapi harap Anda berjanji untuk menjaga kerahasiaan ini, karena ini merupakan rahasia kami suami-istri selama beberapa tahun". Dr. Adely menganggukkan kepalanya.
Lalu mereka menceritakan. "Itu adalah 10 tahun lalu, dimana Martha ketika pulang kerja telah diperkosa seorang remaja berkulit hitam. Saat Martha sadar dan pulang ke rumah dengan tergesa-gesa, waktu telah menunjukkan pukul
1 malam. Waktu itu aku bagaikan gila keluar rumah mencari orang hitam itu untuk membuat perhitungan. Tapi telah tak ada bayangan orang satupun. Malam itu kami hanya dapat memeluk kepala masing-masing menahan kepedihan. Sepertinya seluruh langit runtuh". Bicara sampai sini, Peterson telah dibanjiri air mata, Ia melanjutkan kembali.
"Tak lama kemudian Martha mendapati dirinya hamil. Kami merasa sangat ketakutan, kuatir bila anak yang dikandungnya merupakan milik orang hitam tersebut. Martha berencana untuk menggugurkannya, tapi aku masih mengharapkan keberuntungan, mungkin anak yang dikandungnya adalah bayi kami. Begitulah, kami ketakutan menunggu beberapa bulan.
Maret 1993, Martha melahirkan bayi perempuan, dan ia berkulit hitam. Kami begitu putus asa, pernah terpikir untuk mengirim sang anak ke panti asuhan. Tetapi ketika mendengar suara tangisnya, kami sungguh tak tega. Terlebih lagi bagaimanapun Martha telah mengandungnya, ia juga merupakan sebuah nyawa, pada akhirnya kami memutuskan untuk memeliharanya, dan memberinya nama Monika". Mata Dr. Adely juga digenangi air mata, pada akhirnya ia memahami kenapa bagi kedua suami istri tersebut kembali mengandung anak merupakan hal yang sangat mengkuatirkan. Ia berpikir
sambil mengangguk-anggukkan kepala berkata; "Memang jika demikian kalian melahirkan 10 anak sekalipun akan sulit untuk mendapatkan donor yang cocok untuk Monika". Beberapa lama kemudian, ia memandang Martha dan berkata " Kelihatannya, kalian harus mencari ayah kandung Monika. Barangkali sumsum tulangnya cocok untuk Monika.Tetapi, apakah kalian bersedia membiarkan ia kembali muncul dalam kehidupan kalian?"
Martha berkata : "Demi anak, aku bersedia berlapang dada memaafkannya. Bila ia bersedia muncul menyelamatkannya. Aku tak akan memperkarakannya" . Dr.Adely merasa terkejut akan kedalaman cinta sang ibu. Martha dan Peterson mempertimbangkannya baik-baik, sebelum akhirnya memutuskan memuat berita pencarian ini di koran dengan menggunakan nama samaran.
November 2002, di koran Wayeli termuat berita pencarian ini, seperti yang digambarkan sebelumnya. Berita ini memohon sang pelaku pemerkosaan waktu itu berani muncul, demi untuk menolong sebuah nyawa seorang anak perempuan
penderita leukimia!!
Begitu berita ini keluar, tanggapan masyarakat begitu menggemparkan. Kotak surat dan telepon Dr.Adely bagaikan
meledak saja, kebanjiran surat masuk dan telepon, orang-orang terus bertanya siapakah wanita ini Mereka ingin bertemu dengannya, berharap dapat memberikan bantuan padanya. Tetapi Martha menolak semua perhatian mereka, ia tak ingin mengungkapkan identitas sebenarnya, lebih tak ingin lagi identitas Monika sebagai anak hasil pemerkosaan
terungkap.
Seluruh media penuh dengan diskusi tentang bagaimana cerita ini berakhir. Surat Kabar Roma berkomentar dengan topik : Orang hitam itu akan munculkah? Jika orang hitam ini berani muncul, akan bagaimanakah masyarakat kita sekarang menilainya. Akankah menggunakan hukum yang berlaku untuk menghakiminya? Haruskah ia menerima hukuman dan cacian untuk masa lalunya, ataukah ia harus menerima pujian karena keberaniannya hari ini?
Saat itu berita pencarian juga muncul di Napulese, memporak-porandakan perasaan seorang pengelola toko minuman
keras berusia 30 tahun. Ia seorang kulit hitam, bernama Ajili. 17 Mei 1992 waktu itu, ia memiliki lembaran terkelam yg merupakan mimpi terburuknya di malam berhujan itu. Ia adalah sang pemeran utama dalam kisah ini.
Tak seorangpun menyangka, Ajili yang sangat kaya raya itu, pernah bekerja sebagai pencuci piring panggilan.. Dikarenakan orang tuanya telah meninggal sejak ia masih muda, ia yang tak pernah mengenyam dunia pendidikan
terpaksa bekerja sejak dini. Ia yang begitu pandai dan cekatan, berharap dirinya sendiri bekerja dengan giat demi mendapatkan sedikit uang dan penghargaan dari orang lain. Tapi sialnya, bosnya merupakan seorang rasialis,yang
selalu mendiskriminasikannya. Tak peduli segiat apapun dirinya, selalu memukul dan memakinya.
17 Mei 1992, merupakan ulang tahunnya ke 20, ia berencana untuk pulang kerja lebih awal merayakan hari ulang tahunnya. Siapa menyangka, ditengah kesibukan ia memecahkan sebuah piring. Sang bos menahan kepalanya, memaksanya untuk menelan pecahan piring. Ajili begitu marah dan memukul sang bos, lalu berlari keluar meninggalkan restoran. Ditengah kemarahannya ia bertekad untuk membalas dendam pada si kulit putih. Malam berhujan lebat, tiada seorangpun lewat, dan diparkiran ia bertemu Martha.Untuk membalaskan dendamnya akibat pen-diskriminasian, ia pun memperkosa sang wanita yang tak berdosa ini. Tapi selesai melakukannya, Ajili mulai panik dan ketakutan. Malam itu juga ia menggunakan uang ulang tahunnya untuk membeli tiket KA menuju Napulese, meninggalkan kota ini.
Di Napulese, ia bertemu keberuntungannya. Ajili mendapatkan pekerjaan dengan lancar di restoran milik orang Amerika. Kedua pasangan Amerika ini sangatlah mengagumi kemampuannya, dan menikahkannya dengan anak perempuan mereka, Lina, dan pada akhirnya juga mempercayainya untuk mengelola toko mereka.
Beberapa tahun ini, ia yang begitu tangkas, tak hanya memajukan bisnis toko minuman keras ini, ia juga memiliki 3 anak yang lucu. Di mata pekerja lainnya dan seluruh anggota keluarga, Ajili merupakan bos yang baik, suami yang baik, ayah yang baik. Tapi hati nuraninya tetap membuatnya tak melupakan dosa yang pernah diperbuatnya. Ia selalu memohon ampun pada Tuhan dan berharap Tuhan melindungi wanita yang pernah diperkosanya, berharap ia selalu hidup
damai dan tentram. Tapi ia menyimpan rahasianya rapat-rapat, tak memberitahu seorangpun. Pagi hari itu, Ajili berkali-kali membolak-balik koran, ia terus mempertimbangkan kemungkinan dirinyalah pelaku yang dimaksud. Ia tak pernah sedikitpun membayangkan bahwa wanita malang itu mengandung anaknya, bahkan menanggung tanggung jawab untuk memelihara dan menjaga anak yang awalnya bukanlah miliknya.
Hari itu, Ajili beberapa kali mencoba menghubungi no.telepon Dr.Adely. Tapi setiap kali, belum sempat menekan habis tombol telepon, ia telah menutupnya kembali. Hatinya terus bertentangan, bila ia bersedia mengakui semuanya, setiap orang kelak akan mengetahui sisi terburuknya ini, anak-anaknya tak akan lagi mencintainya, ia akan kehilangan keluarganya yang bahagia dan istrinya yang cantik. Juga akan kehilangan penghormatan masyarakat disekitarnya. Semua yang ia dapatkan dengan ditukar kerja kerasnya bertahun-tahun.
Malam itu, saat makan bersama, seluruh keluarga mendiskusikan kasus Martha. Sang istri, Lina berkata : "Aku sangat mengagumi Martha. Bila aku di posisinya, aku tak akan memiliki keberanian untuk memelihara anak hasil perkosaan hingga dewasa. Aku lebih mengagumi lagi suami Martha, ia sungguh pria yang patut dihormati, tak disangka ia dapat menerima anak yang demikian.... " Ajili termenung mendengarkan pendapat istrinya, dan tiba-tiba mengajukan pertanyaan: "Kalau begitu, bagaimana kau memandang pelaku pemerkosaan itu ? Lina menjawab: "Sedikitpun aku tak akan memaafkannya !!! " Waktu itu ia sudah membuat kesalahan, kali ini juga hanya dapat meringkuk menyelingkupi dirinya sendiri, ia benar-benar begitu rendah, begitu egois, begitu pengecut ! Ia benar-benar seorang pengecut ! demikian istrinya menjawab dengan dipenuhi api kemarahan.
Ajili mendengarkan saja, tak berani mengatakan kenyataan pada istrinya. Malam itu, anaknya yang baru berusia 5 tahun begitu rewel tak bersedia tidur, untuk pertama kalinya Ajili kehilangan kesabaran dan menamparnya. Sang anak sambil menangis berkata: "Kau ayah yang jahat, aku tak mau peduli kamu lagi. Aku tak ingin kau menjadi ayahku".
Hati Ajili bagai terpukul keras mendengarnya, ia pun memeluk erat-erat sang anak dan berkata: "Maaf, ayah tak akan memukulmu lagi. Ayah yang salah, maafkan papa ya". Sampai di sini, Ajili pun tiba-tiba menangis. Sang anak terkejut dibuatnya, dan buru-buru berkata untuk menenangkan ayahnya :
"Baiklah, kumaafkan pa, Guru TK ku bilang, anak yang baik adalah anak yang mau memperbaiki kesalahannya. ...." Malam itu, Ajili tak dapat terlelap, merasa dirinya bagaikan terbakar dalam neraka.
Dimatanya selalu terbayang kejadian malam berhujan deras itu, dan bayangan sang wanita. Ia sepertinya dapat mendengarkan jerit tangis wanita itu. Tak henti-hentinya ia bertanya pada dirinya sendiri :
"Aku ini sebenarnya orang baik, atau orang jahat?" Mendengar bunyi napas istrinya yang teratur, ia pun kehilangan seluruh keberaniannya untuk berdiri. Hari kedua, ia hampir tak tahan lagi rasanya. Istrinya yang mulai merasakan adanya ketidakberesan pada dirinya, memberikan perhatian dengan menanyakan apakah ada masalah. Dan ia mencari alasan tak enak badan untuk meloloskan dirinya. Pagi hari di jam kerja, sang karyawan menyapanya ramah :
"Selamat pagi, manager !" Mendengar itu, wajahnya tiba-tiba menjadi pucat pasi, dalam hati dipenuhi perasaan tak menentu dan rasa malu. Ia merasa dirinya hampir menjadi gila saja rasanya. Setelah berhari-hari memeriksa hati
nuraninya, Ajili tak dapat lagi terus diam saja, iapun menelepon Dr. Adely. Ia berusaha sekuat tenaga menjaga suaranya supaya tetap tenang : "Aku ingin mengetahui keadaan anak malang itu.
Dr. Adely memberitahunya, keadaan sang anak sangat parah. Dr.Adely menambahkan kalimat terakhirnya berkata: "Entah apa ia dapat menunggu hari kemunculan ayah kandungnya". Kalimat terakhir ini menyentuh hati Ajili yang paling dalam, suatu perasaan hangat sebagai sang ayah mengalir keluar, bagaimanapun anak itu juga merupakan darah dagingnya sendiri ! Ia pun membulatkan tekad untuk menolong Monika. Ia telah melakukan kesalahan sekali, tak boleh kembali membiarkan dirinya meneruskan kesalahan ini. Malam hari itu juga, ia pun mengobarkan keberaniannya sendiri untuk memberitahu sang istri tentang segala rahasianya. Terakhir ia berkata :
"Sangatlah mungkin bahwa aku adalah ayah Monika. Aku harus menyelamatkannya" .
Lina sangat terkejut, marah dan terluka mendengar semuanya, ia berteriak marah: "Kau PEMBOHONG !".
Malam itu juga ia membawa ketiga anak mereka, dan lari pulang ke ruumah ayah ibunya. Ketika ia memberitahu mereka tentang kisah Ajili, kemarahan kedua suami-istri tersebut dengan segera mereda. Mereka adalah dua orang tua yang penuh pengalaman hidup, mereka menasehatinya : "Memang benar, kita patut marah terhadap segala tingkah laku Ajili di masa lalu. Tapi pernahkah kamu memikirkan, ia dapat menghadirkan dirinya untuk muncul, perlu berapa banyak keberanian besar. Hal ini membuktikan bahwa hati nuraninya belum sepenuhnya terkubur....
Apakah kau mengharapkan seorang suami yang pernah melakukan kesalahan tapi kini bersedia memperbaiki dirinya, ataukah seorang suami yang selamanya menyimpan kebusukan ini didalamnya ?"
Mendengar ini Lina terpekur beberapa lama. Pagi-pagi di hari kedua, ia langsung kembali ke sisi Ajili, menatap mata sang suami yang dipenuhi penderitaan, Lina menetapkan hatinya berkata : "Ajili, pergilah menemui Dr. Adely !
Aku akan menemanimu !"
3 Februari 2003, suami istri Ajili, menghubungi Dr.Adely.
8 Februari, pasangan tersebut tiba di RS Elisabeth, demi untuk pemeriksaan DNA Ajili.
Hasilnya Ajili benar-benar adalah ayah Monika.
Ketika Martha mengetahui bahwa orang hitam pemerkosanya itu pada akhirnya berani memunculkan dirinya, ia pun tak dapat menahan air matanya.
Sepuluh tahun ini ia terus memendam dendam kesumat terhadap Ajili,namun saat ini ia hanya dipenuhi perasaan terharu. Segalanya berlangsung dalam keheningan.
Demi untuk melindungi pasangan Ajili dan pasangan Martha,pihak RS tidak mengungkapkan dengan jelas identitas mereka
semua pada media, dan juga tak bersedia mengungkapkan keadaan sebenarnya, mereka hanya memberitahu media bahwa ayah kandung Monika telah ditemukan.
Berita ini mengejutkan seluruh pemerhati berita ini. Mereka terus-menerus menelepon, menulis suratpada Dr. Adely, memohon untuk dapat menyampaikan kemarahan mereka pada orang hitam ini, sekaligus penghormatan mereka padanya. Mereka berpendapat : "Barangkali ia pernah melakukan tindak pidana, namun saat ini ia seorang pahlawan!"
10 Februari, Kedua pasangan Martha dan suami memohon untuk dapat bertemu muka langsung dengan Ajili.
Awalnya Ajili tak berani untuk menemui mereka,namun pada permohonan ketiga Martha, iapun menyetujui hal ini.
18 Februari, Dalam ruang tertutup dan dirahasiakan di RS, Martha bertemu langsung dengan Ajili.
Ajili baru saja memangkas rambutnya, saat ia melihat Martha, langkah kakinya terasa sangatlah berat, raut wajahnya
memucat. Martha dan suaminya melangkah maju, dan mereka bersama-sama saling menjabat tangan masing-masing, sesaat ketiga orang tersebut diam tanpa suara menahan kepedihan, sebelum akhirnya air mata mereka bersama-sama mengalir. Beberapa waktu kemudian, dengan suara serak Ajili berkata :
"Maaf...mohon maafkanlah aku !" Kalimat ini telah terpendam dalam hatiku selama 10 tahun. Hari ini akhirnya aku mendapat kesempatan untuk mengatakannya langsung kepadamu.
Martha menjawab : "Terima kasih kau dapat muncul. Semoga Tuhan memberkati, sehingga sumsum tulang belakangmu dapat menolong putriku".
19 Februari, Dokter melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang Ajili. Untungnya, sumsum tulang belakangnya sangat cocok bagi Monika. Sang dokter berkata dengan antusias : "Ini suatu keajaiban !"
22 Februari 2003, Sekian lama harapan masyarakat luas akhirnya terkabulkan. Monika menerima sumsum tulang belakang Ajili, dan pada akhirnya Monika telah melewati masa kritis.
Satu minggu kemudian, Monika boleh keluar RS dengan sehat walafiat. Martha dan suami memaafkan Ajili sepenuhnya, dan secara khusus mengundang Ajili dan Dr. Adely datang kerumah mereka untuk merayakannya. Tapi hari itu Ajili tidak hadir, ia memohon Dr. Adely membawa suratnya bagi mereka. Dalam suratnya ia menyatakan penyesalan dan rasa malunya berkata: "Aku tak ingin kembali mengganggu kehidupan tenang kalian. Aku berharap Monika berbahagia selalu hidup dan tumbuh dewasa bersama kalian. Bila kalian menghadapi kesulitan bagaimanapun, harap hubungi aku,aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu kalian. Saat ini juga, aku sangat berterima kasih pada Monika, dari dalam lubuk hatiku terdalam, dialah yang memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah yang membuatku dapat memiliki kehidupan yang benar-benar bahagia di separoh usiaku selanjutnya. Ini adalah hadiah yang ia berikan padaku !" ( Italia post)
"Kita tidak dapat berbuat apapun untuk mengubah masa lalu, tapi kita bisa mengendalikan masa depan dengan berbuat KEBAIKAN mulai hari ini..."
***
Selengkapnya...
Posted by sari at 1:09 PM 0 comments
OLD OAK TREE
Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang
seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika.
Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak
pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang
baik. Dia sering pulang malam- malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak
dan isterinya.
Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia
mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota
besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai
bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling,
drug. Dia menikmati semuanya.
Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang.
Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan
menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia
tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan
menghukum dia tiga tahun penjara.
Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia
merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk
menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia.
Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya.
Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin
sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan
menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku.
Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan?
Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning
bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila
aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan
tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju
Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan
anak-anak seumur hidupku."
Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima
surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima
suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya?
Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White
Oak. Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka
meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-
pelan...kita mesti lihat apa yang akan terjadi..."
Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak
berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras.
Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya...
Dia tidak melihat sehelai pita kuning...
Tidak ada sehelai pita kuning....
Tidak ada sehelai......
Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning....bergantungan di pohon
beringin itu...Ooh...seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning...!!!!!!!!!!!!
Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika.
Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang
penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, "Tie a Yellow Ribbon Around
the Old Oak Tree", dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973,
langsung menjadi hits pada bulan April 1973.
I'm coming home I've done my time And I have to know what is or isn't mine
If you received my letter Telling you I'd soon be free Then you'd know just
what to do If you still want me If you still want me Oh tie a yellow ribbon
'Round the old oak tree It's been three long years Do you still want me If I
don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree I'll stay on the bus,
forget about us Put the blame on me If I don't see a yellow ribbon 'Round
the old oak tree Bus driver please look for me 'Cause I couldn't bare to see
what I might see I'm really still in prison And my love she holds the key A
simple yellow ribbon's all I need to set me free I wrote and told her please
Oh tie a yellow ribbon 'Round the old oak tree It's been three long years Do
you still want me If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree
I'll stay on the bus, forget about us Put the blame on me If I don't see a
yellow ribbon 'Round the old oak tree Now the whole damn bus is cheering And
I can't believe I see A hundred yellow ribbons 'Round the old, the old oak tree
Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak tree
Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak tree
Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak tree
Tie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak tree
Selengkapnya...
Posted by sari at 1:08 PM 0 comments
Friday, October 2, 2009
Hari Batik Nasional
Berawal dari pengukuhan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia (world herritage) oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober di Abu Dhabi Uni Emirat Arab dan himbauan Presiden Republik Indonesia di mana pada tanggal tersebut diharapkan warga masyarakat untuk mengenakan pakaian batik atau yang bernuansa batik, maka sejak beberapa waktu yang lalu, temen-temen kantorku sibuk hunting batik. Yang berjiwa dagang pun tidak melewatkan moment ini, karena banyak 'pedagang' batik dadakan di kantor.
Aku sendiri juga sudah sibuk dari seminggu yang lalu. Ada beberapa baju batik di rumah, tapi bingung mana yang harus dipakai. Ada yang aku suka, tapi kok kayaknya terlalu resmi kalo dipakai ke kantor ( kayak mau kondangan :P ). Ada batik terusan diatas lutut, tapi kok kayaknya kurang sopan kalo dipakai ke kantor. Beberapa batik lainnya sudah sering dipakai kekantor. Sedangkan yang lainnya kurang sregg... Ahh bingung...
Setelah dipilih-pilih, akhirnya pilihan jatuh pada baju batik yang baru dibeli sebulan yang lalu. Tadinya batik ini mau dipakai untuk lebaran Idul Fitri kemarin, tapi berhubung satu dan lain hal, cuma tersimpan rapi di lemari :) .
Dan benarlah dugaanku, sepanjang perjalanan, ramai nian orang memakai batik.
Beraneka motif dan model dikenakan. Bangga rasanya, jika banyak orang yang mencintai budaya Indonesia (batik). Mungkin perlu diusulkan untuk dibuat hari batik nasional ya?...
Selain itu, demi mendukung penobatan oleh UNESCO tersebut, seluruh museum di bawah Pemprov DKI Jakarta pada 3 – 7 Oktober, akan menggratiskan setiap pengunjung yang menggunakan baju batik. Dan para pengunjung pun akan dibe rika n pin batik sebagai penghargaan.
Selain museum, Taman margasatwa ragunan pun memberikan tiket masuk gratis kepada pengunjung berbaju batik pada 5 Oktober 2009. Begitu pula dengan Ancol yang memberikan diskon sebesar 50 persen untuk Gerbang Utama, Atlantis, dan Samudra. Sedangkan Dunia Fantasi memberikan diskon masuk 40 persen
Hidup batik....
Selengkapnya...
Posted by sari at 7:47 AM 0 comments
Wednesday, September 16, 2009
Robin Hood feat. Asmirandah – Salahkah Kita
Bila waktu terus memanggil
Agar dua hati dapat menyatu
Bukan aku tak ingin cinta
Tapi aku takut menyakitimu
Dan kini aku jauh darimu
Ada yang hilang dari hatiku
Cinta tak dapat ditebak apa maunya hati
Salahkah kita
Bukan maksud menduakanmu
Aku tak ingin mendustai hati
Aku juga mencintaimu
Ku menjauh hanya untuk berfikir
Dan kini aku jauh darimu
Ada yang hilang dari hatiku
Letih memandang wajah hari
Yang memanduku tuk mencarimu
Cinta tak dapat ditebak apa maunya hati
Salahkah kita
Hanya tak bisa dustai hati untuk mencinta
Salahkah kita
Bukan aku tak ingin cinta
Tapi aku takut menyakitimu
Dan kini aku jauh darimu
Ada yang hilang dari hatiku
Letih memandang wajah hari
Yang memanduku tuk mencarimu
Cinta tak dapat ditebak apa maunya hati
Salahkah kita
Hanya tak bisa dustai hati untuk mencinta
Salahkah kita
Biarlah semua kini kita berpisah
Namun hati kita tetap menyatu
Ku sangat rindu ingin bertemu sampai
Tujuh purnama ku tetap menunggu
Bila waktu terus memanggil
Selengkapnya...
Posted by sari at 10:23 AM 0 comments
Seberapa pentingnya faktor ekonomi dalam pernikahan ?....
JAKARTA, KOMPAS.com — Prahara perkawinan Anang Hermansyah dan Krisdayanti ternyata sudah berlangsung sejak lama. Setidaknya, itulah yang terbaca dari kartu-kartu tarot milik peramal Mieke Roosame.
Kalaupun akhirnya berujung pada perceraian, “Itu memang prakarsa Anang. Kartu-kartu Anang menunjukkan sikap berhati-hati. Dia sudah cukup lama melihat situasi. Akhirnya, setelah menemukan waktu yang pas, dia sendiri yang mengumumkan berita ini,” ujar Mieke.
Padahal, sejak bertahun-tahun, pasangan ini tak hanya terikat hubungan emosional, tetapi juga hubungan profesional. “Selama ini, hubungan kerja saja. Sepertinya keduanya rela memendam perasaan tidak cocok demi kenyamanan anak-anak semata,” kata Mieke.
Soal kabar adanya orang ketiga dalam rumah tangga yang sudah dibina selama 13 tahun ini, Mieke berpendapat lain. “Perselingkuhan hanyalah efek dari ketidakcocokan yang selama ini dialami Anang-KD. Kalau dirunut lagi, perpecahan ini berawal dari banyak faktor. Salah satunya, faktor ekonomi. Kesenjangan pendapatan mereka, sadar atau tidak sadar, memiliki pengaruh dalam hubungan suami-istri,” ungkapnya.
Alasan lain, yang sebenarnya sudah disebutkan dalam buku biografi KD, adalah jiwa pesantren Anang. Cara Anang menuntun KD kerap dianggap terlalu kaku dan konvensional. Semestinya, jiwa bebas KD dituntun dengan cara lain yang tak terlalu lugas. Anang yang sudah benar-benar “lurus” dinilainya tak cocok dengan KD yang masih ingin “belok-belok”. “KD dilambangkan seperti air. Dia ini sifatnya mengikuti, tetapi tidak bisa dipaksa.”
(Tabloidnova.com/Ajeng)
Untuk yang sudah berumah tangga, apakah ekonomi faktor yg sangat penting dalam menentukan langgengnya ikatan pernikahan ?... Seberapa pentingnya kah ?, Apakah alasannya ?...
Selengkapnya...
Posted by sari at 10:21 AM 1 comments
Monday, September 7, 2009
Semangat Ramadhan
udah 17 hari Ramadhan berlalu. Terasa lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Mungkin karena persiapan sudah dilakukan 1 bulan sebelumnya ya ?... Sudah stok makanan untuk puasa, kue-kue dan sirup untuk lebaran, baju lebaran, uang ampau buat keponakan-keponakan, pokoknya kumplit deh,hehehe.....
Ibadah ?..., kayaknya masih kurang nie.., padahal pengen banget dapat Malam Lailatul.., Ahhhh, cayo semangat, masih ada 13 hari lagi yang tersisa.
Tapi berbicara mengenai Ramadhan, sepertinya seru dan penuh semangat, dimana pada hari pertama banyak penjual tajil* dadakan,, dan orang-orang ramai mengantri membeli, seakan ingin membalas dendam karena telah seharian berpuasa. Dan akibatnya jalanan macetnya minta ampun, dari rumah ke raden saleh yg biasanya cuma 15 menit naik angkot,sekarang jadi 1 jam lebih jika lewat disaat jam-jam menjelang berbuka. Bukan hanya itu, tempat-tempat perawatan seperti salon juga sangat ramai. Mungkin orang-orang ingin tampil cantik menyambut hari yang fitri. Bahkan minggu lalu, aku harus bersabar di salon selama 5 jam, wuihhh rekor baru buatku, Kereta pun terkena imbasnya, biasanya kereta yang aku tumpangi itu kosong, dan bisa tidur dengan nyaman, sekarang penuh sekali dan lumayan agak berisik. Boro-boro bisa tidur, duduk dengan little chair** aja juga bisa :( .
Dan parahnya sabtu kemarin, dimana sebagian besar THR sudah diterima. Mall jadi ampunnn ramenya, label diskon bertebaran dimana-mana. Orang-orang seakan berlomba-lomba ingin menghabiskan uang THR-nya. Margo yang biasanya agak lenggang, kini ramai sekali. Tempat makan, penuh semua. Akhirnya setelah membatalkan puasa dengan minum dan makan BreadTalk, aku putuskan untuk Magrib dulu. Dan di Musholla itu tidak luput jua dari keramaian, ngantri dan berdesak-desakan. Selesai sholat, mulai hunting cari tempat makan, dan semua dalam status waiting list. Bayangkan masa untuk makan di Bumbu Desa, ada di waiting list nomor 46..., Pizza hut, Solaria juga idem. Mau berubah haluan ke Detos, ternyata ga kalah rame juga. Karena perut sudah konser, maka akhirnya coba cari makan di tempat lain, makan di seafood Juanda. Kepiting saos padang, udang saos padang, bebek goreng, nasi, minum cuma 80rb berdua. Harga nya terjangkau, rasanya juga muantabbb.
* makanan berbuka puasa
** kursi lipat, yang biasa digunakan untuk mancing, tapi pagi para commuter ini digunakan sebagai kursi untuk duduk di kereta.
Selengkapnya...
Posted by sari at 11:46 AM 0 comments